Kamis, 28 September 2017

Anggota Koramil Dukun melaksanakan Pendampingan Tanam Padi Merah

Dukun-- Babinsa Sumber Kopda Ari Hermanto anggota Koramil 15/Dukun Kodim 0705/Magelang melaksanakan pendampingan tanam padi jenis padi merah dilahan seluas 0,2 hektare milik ibu Sriluh anggota kelompok tani Tani Legowo dusun Sumber desa Sumber, Jum’at (29/09).

Memasuki musim penghujan saat ini banyak petani yang tersenyum lega karena lahan pertanian selama ini kurang mendukung untuk ditanami padi karena debet air berkurang saat ini bisa ditanami padi, Walaupun untuk wilayah Kecamatan Dukun tidak kekurangan air namun petani pada saat musim kemarau banyak yang beralih menanam tanaman palawija dan sayur mayur.

Petani dalam mengolah lahan harus selalu memperhatikan pola tanam, mulai dari penyiapan lahan, penyiapan benih atau bibit, perawatan tanaman agar hasil panennya bagus. Disinilah peran seorang babinsa, apabila diketemukan kendala atau hama yang tidak bisa diatasi dihimbau para petani segera memberitahukan kepada PPL atau babinsa setempat agar segera bisa diambil langkah - langkah yang tepat agar petani tidak mengalami gagal panen demikian kata babinsa Kopda Ari Hermanto di sela - sela pendampingan tanam padi.

Menurut Kapten Inf. Rahayu selaku Komandan Koramil 15/Dukun bahwa pendampingan yang dilaksanakan oleh babinsa ini akan terus berlanjut harapannya pendampingan ini mempunyai hasil yang optimal sehingga program swasembada pangan khususnya beras bisa tercapai dan kehidupan para petani akan semakin sejahtera.

“ Babinsa harus selalu peduli terhadap kesulitan warga binaannya sehingga kehadiran babinsa ditengah masyarakat tidak menimbulkan ketakutan namun selalu dinanti karena kehadirannya memberikan solusi dan nilai yang positif ” Kata Danramil .(Hbg)


Koramil Ngluwar Nonton Bareng Film G.30.S.PKI

Ngluwar-- Menindak lanjuti instruksi Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo beberapa waktu lalu kepada para Komandan Satuan agar menyelenggarakan Nobar (nonton bareng) film G 30 S/PKI di wilayah satuannya masing-masing, Koramil 18 Ngluwar Kodim 0705/Magelang menyelenggarakan Nobar film pemberontakan G 30 S/PKI bersama masyarakat bertempat di pendopo Kecamatan Ngluwar.

Dengan kegiatan nonton bareng diharapkan dapat mengingatkan  kembali tentang sejarah kelam yang pernah terjadi di Negara ini ditahun 1965 silam adanya sebuah partai politik yang berusaha mengganti secara paksa serta keji falsafah kita Pancasila dengan faham Komunis yang tentu saja hal itu sangat bertentangan dengan pribadi Bangsa Indonesia yang berketuhanan.

Partai Komunis Indonesia (PKI) yang berlambangkan palu arit dengan bendera warna merah, merekalah yang ingin menggantikan falsafah Pancasila dengan faham lain. Sudah banyak yang menjadi korban kebiadaban mereka diantaranya para Jenderal TNI, tokoh-tokoh agama serta tokoh-tokoh masyarakat yang dianggap tidak sefaham dengan mereka pada saat itu.Ironisnya upaya menggantikan Pancasila dengan faham komunis itu sampai detik inipun masih merupakan ancaman bagi Bangsa ini.

Acara Nobar ini difasilitasi oleh Forum Ukuah Islamiah (FUI) Kabupaten Magelang yang bersinergi dengan Koramil Ngluwar, Wahyu perwakilan dari FUI sebagai fasilitator Nobar dalam sambutannya menyampaikan  bahwa pemutaran film ini bertujuan sebagai pembelajaran sejarah tentang adanya pengkhianatan G 30 S/PKI agar jangan sampai terulang kembali.

Sementara itu Camat Ngluwar H.Kunta Hendranata S.Sos, MM selaku Muspika dan pemilik tempat terselenggaranya Nobar malam itu. Senada dengan apa yang telah disampaikan dari FUI, Camat Ngluwar menyampaikan pemutaran film ini untuk mengingatkan akan sejarah Bangsa ini terlebih bagi generasi muda sehingga jika kelak terjadi pemutar balikkan fakta oleh kelompok-kelompok tertentu sudah tau hal yang sebenarnya.

"Kejadian serupa ditahun 1965 jangan sampai terulang lagi, NKRI HARGA MATI" tegas Kunta Hendranata.


Hadir dalam acara Nobar Camat Ngluwar H. Kunta Hendradata, S.Sos, MM, Kapolsek Ngluwar AKP Joko Hero Agustionoi, S.Pd beserta anggota, Danramil Ngluwar Kapten Arm Saridi beserta anggota, tokoh agama, tokoh pemuda dan tokoh masyarakat serta ratusan masyarakat Ngluwar.(Hbg)

Rabu, 27 September 2017

Maksimalkan Lahan di Musim Kemarau Nursoleh Tanam Jagung



Ngluwar—Dalam rangka upaya kusus (upsus) pajale, Babinsa Koramil 18/Ngluwar Serma Giyatno melaksanakan pendampingan petani dalam kegiatan penyiangan tanaman jagung di lahan milik Nursoleh di Dusun Karangkopek, Ngluwar, Kamis (28/09).

Kegiatan pendampingan  kepada petani secara intensif terus di lakukan oleh babinsa Ngluwar di wilayah binaannya masing-masing.

“Kami berupaya semaksimal mungkin bersama-sama PPL memberikan penyuluhan dan pendampingan kepada petani” tutur Giyanto.

Pendampingan tentunya yang kami lakukan bukan hanya saat penyiangan tanaman jagung saja melainkan dari saat penyiapan lahan hingga panen,,imbuhnya.

Sementara itu Nursoleh mengatakan, Lahan seluas 750 meter yang biasanya di tanamai padi saat musim hujan sekarang beralih di tanami jagung mengingat ketersediaan air sawah yang mulai susah, hal ini terpaksa dia lakukan untuk tetap memaksimalkan lahan miliknya agar tetap produktif.

“Dengan adanya penyuluhan dan pendampingan yang di lakukan oleh PPL dan Babinsa kini lahan milik saya semakin produktif”  papar Nursoleh yang tergabung dalam kelompok tani Ngudi Makmur.(Hbg)

Walikota Magelang Buka TMMD Sengkuyung Kota Magelang



Magelang (Pendimmgl) --- Walikota Magelang Ir.H Sigit Widyonindito,MT secara resmi membuka kegiatan TMMD Sengkuyung Tahap III Kota Magelang Tahun 2017 di  Lapangan Kampus 5 Poltekes Akbid Kramat Selatan, Magelang Utara Kota Magelang, Rabu (27/9).

Pembukaan TMMD Sengkuyung Tahap III yang ditandai dengan pemukulan kentongan oleh Walikota Magelang tersebut dihadiri oleh Kasilog Rem 072/\Pmk Letkol Inf I Made Alit, Wakil Walikota Magelang Drs. Windarti Agustina, Kasdim 0705/Magelang Mayor Inf Suratman, para kepala OPD Kota Magelang, Kepala BUMD Kota Magelang  dan undangan lainnya Pada upacara tersebut, bertindak selaku Komandan Upacara Kapten Arm H. Sujarwanto, yang sehari-harinya menjabat sebagai Komandan Koramil 19 Borobudur. 

TMMD Kota Magelang tahun ini berlokasi di Kampung Karangwuni Rt 05 Rw 07, Kelurahan Kramat Utara,Kecamatan Magelang Utara, sedangkan sasaranya antara lain  Sasaran Fisik berupa Pembuatan Talud Panjang 71 meter , lebar atas 0,3 meter, lebar bawah 0,5 meter, tinggi  1,75 meter dan Pembuatan Cor Rabat Beton Panjang 71 meter, lebar  1,5 meter, tinggi  0,5 meter.

Sedangkan sasaran non fidik yang akan dilaksanakan yaitu penyuluhan Kesehatan (Kebersihan Lingkungan),  penyuluhan wawasan kebangsaan, penyuluhan  KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga), penyuluhan kamtibmas/narkoba, penyuluhan PPBN dan penyuluhan tentang Bahaya Radikal kanan/kiri/radikal lainnya.

Dalam sambutannya, inspektur upacara mengatakan kegiatan TMMD tahun 2017 ini adalah momentum awal untuk berkontribusi dalam pembangunan jangka menengah daerah Kota Magelang 2017 – 2021. Selain itu dapat mendorong masyarakat kota Magelang dalam mewujudkan visi kota Magelang sebagai kota jasa yang modern dan cerdas berlandaskan kehidupan masyarakat yang sejahtera dan religius, untuk itu mari kita dukung dan sukseskan program TMMD ini.

TMMD kali ini mengambil  tema "Percepatan Pembangunan Meningkatkan Kemandirian Pangan Dan Kesejahteraan Masyarakat"

Serahkan Alat Kerja, Bupati Magelang Buka TMMD Sengkuyung

Magelang (Pendimmgl)--- Bupati Magelang Zaenal Arifin bertindak sebagai inspektur upacara TMMD Sengkuyung III Kabupaten Magelang Tahun 2017  di  Halaman Balai Desa Seloprojo  Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang, Rabu (27/9).

TMMD kali ini mengambil tema  " Dengan semangat kemanunggalan TNI dan rakyat kita percepat pembangunan di daerah guna meningkatkan kemandirian pangan dan kesejahteraan masyarakat dalam rangka menjaga keutuhan NKRI". 

TMMD Sengkuyung III Kabupaten Magelang tahun 2017 ini berlokasi di Dusun Pranten Desa Seloprojo Ngablak  Magelang dengan sasaran fisik cor blok jalan kampong sepanjang 1kilo meter lebar 2  meter dengan ketebalan 10 centi meter yang menghubungkan DEsa Seloprojo dengan Desa Keditan.

Sedangkan sasaran non fidik yang akan dilaksanakan yaitu penyuluhan Kesehatan (Kebersihan Lingkungan),  penyuluhan wawasan kebangsaan, penyuluhan  KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga), penyuluhan kamtibmas/narkoba, penyuluhan PPBN dan penyuluhan tentang bahaya radikal kanan/kiri/radikal lainnya. Pelaksanaan TMMD ini akan dilaksanakan dari tanggal 27 September hingga 26 Oktober 2107. Pada kesempatan itu, Bupati menyerahgkan alat peralatan kerja bagi personel yang terlibat dalam kegiatanm TMMD.

Dalam kesempatan itu, Bupati Magelang membacakan amanat Gubernur Jawa Tengah yang isinya antara lain. Berkat sentuhan TMMD, telah banyak desa yang tingkat kehidupan rakyatnya menjadi lebih baik. Begitupun berkat TMMD, berapa banyak rakyat desa yang makin termotivasi dan percaya diri mendayagunakan setiap potensi yang ada di sekitarnya. Mereka makin terpacu berkreasi dan punya prakarsa untuk ikut terlibat dalam geliat memajukan pembangunan.

TMMD ini mendapat dukungan dari Kementerian Pertanian RI sangat tepat pada saat kita punya tekad dan obsesi mewujudkan Indonesia yang berdaulat atas pangan. Kedaulatan yang ditunjukkan dari kemampuan kita berproduksi pangan guna memenuhi kebutuhan sendiri, serta sekaligus bagaimana kita mampu mewujudkan tingkat kesejahteraan para petani, peternak, nelayan, pekebun, pembudidaya ikan menjadi lebih baik;

Upaya mensejahterakan rakyat itu jadi fokus pembangunan kita disaat angka kemiskinan di Jateng masih cukup tinggi, yaitu 13,01%. Dan Brebes merupakan salah satu kabupaten di Jateng dengan angka kemiskinan yang masih sangat tinggi pula. Ini PR kita bersama untuk dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat. Bagaimana mereka terpenuhi secara baik kebutuhan atas pangan, papan dan sandang, serta kesehatan dan pendidikan, paling tidak kebutuhan dasar terpenuhi, syukur-syukur terpenuhi juga kebutuhan lainnya;

Harapan kita, tentu saja rakyat itu makin sejahtera dan Pun rakyat juga punya daya tangkal dan daya cegah terhadap berbagai hal yang menjadi ancaman terhadap keutuhan bangsa. Bahkan mereka mampu menjadi kader yang selalu mengedukasi masyarakat lainnya akan nilai-nilai kebangsaan. Apalagi akhir-akhir ini kita menghadapi ujian atas kemajemukan. Begitupula radikalisme dan terorisme juga masih menjadi bahaya laten di sekitar kita. Termasuk potensi masih munculnya paham-paham yang bertentangan dengan Pancasila. Ini ancaman nyata yang membahayakan keutuhan NKRI.

Bangsa ini harus terus belajar dari sejarah. Dan, bagi saya upaya untuk mengingatkan dan meningkatkan kewaspadaan akan bahaya komunisme, radikalisme, terorisme itu sangat penting Jangan sampai sejarah kelam yang dialami bangsa kita ini terulang kembali. Pada prinsipnya mari kita kuatkan semangat gotong royong, dan kita sengkuyung rame-rame pembangunan yang mensejahterakan. Bangun desa dengan tanpa pernah meninggalkan kearifan lokal yang dimilikinya, Desane maju rakyatnya sehat, pinter, mandiri dan sejahtera serta punya karakter kebangsaan yang kuat.(hombing)


Dibantu Kodim Magelang, Ribut Kini Memiliki Jamban Sehat



Magelang (Pendimmgl) --- Keinginan Ribut (61), Warga Dusun Muneng Desa Muneng Kecamatan Pakis Kabupaten Magelang untuk memiliki kakus (WC) yang sehat akhirnya terpenuhi.

Dibulan September ini, Ribut mendapatkan bantuan program jambanisasi yang diselenggarakan oleh Kodim 0705/Magelang. Saat ini pembangunan kakus (WC) yang terletak dibelakang rumah sudah hampir 85 persen.

Awalnya Ribut tidak akan mengira akan mendapat bantuan dari TNI untuk pembuatan WC. Pria yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh tani, selama ini melakukan aktivitas buang air besar ditempat yang tidak layak. Hal yang sama pula yag dilakukan oleh anggota keluarganya. Selain karena belum adanya dana untuk membuat WC yang memenuhi standar kesehatan juga karena pengetahuan kesehatan yang masih sangat kurang.

Rasa senang terpancar diraut wajah Ribut,ketika Babinsa Sersan Kepala Sukholik dan Kades Muneng Sudiyono, mendatanginya dan menyatakan memberikan bantuan berupa pembuatan jamban yang layak atau yang memenuhi standar kesehatan.

Program jambanisasi yang dilaksanakan oleh Kodim 0705/Magelang mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Desa Muneng. Sudiyono bahkan memerintahkan kadus Muneng agar membantu dalam proses pembuatan jamban.Dengan gotong royong, warga bersama Babinsa membantu mengerjakan pemuatan jamban.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kodim 0705/Magelang kembali menggelar program jambanisasi gratis bagi warga yang tidak mampu di wilayah Kabupaten dan Kota Magelang.  Total jamban yang dibangun adalah 415 buah yang tersebar di seluruh wilayah Magelang.

Dandim 0705/Magelang Letnan Kolonel Inf Hendra Purwanasari, S.Sos mengatakan bahwa program jambanisadsi ini merupakan kebijakan pimpinan untuk membantu warga agar bisa membiasakan hidup sehat. Karena saat ini masih ditemukan warga masyarakat yang belum mempunyai jamban sehat. Kebiasaan buang air besar disembarang tempat atau di saluran irigasi merupakan contoh pola hidup yang tidak sehat.

Lebih lanjut Dandim mengatakan bahwa bantuan yang diberikan merupakan sarana untuk mendoorong minat bagi warga mamsyarakat untuk membuat jamban yang sesuai standar kesehatan. “Kami hanya memberikan motivasi dan dorongan saja, material dan pekerjaan dikerjakan secara gotong royong”ujar Dandim.