Rabu, 30 Agustus 2017

Peringati HUT Korem Pamungkas, Kodim Magelang Laksanakan Ziarah



Magelang --- Kodim 0705/Magelang melaksanakan ziarah rombongan di Taman Makam Pahlawan Giri Dharmokoyo II Magelang, Kamis (31/8).

Ziarah rombongan dalam rangka memperingati HUT ke 56 Korem 072/Pamungkas dipimpin oleh Komandan Kodim 0705/Magelang Letnan Kolonel Inf Hendra Purwanasari.

Diawali penghormatan kepada arwah para pahlawan, selanjutnya pimpinan ziarah meletakakan karangan bunga di tugu Taman Malam Pahlawan. Turut hadir dan mengikuti ziarah antara lain Pabung Kodim, Danramil dan perwakilan babinsa sejajaran Kodim Magelang. Selain diikuti oleh personel militer dan PNS, ziarah juga diikuti oleh Ketua Persit KCK Cabang XXV Kodim 0705/Magelang dan pengurus cabang. Diikuti oleh peserta ziarah, Dandim melakukan tabur bunga di pusara para pahlawan,

Kegiatan ziarah ini dimaksudkan untuk mengenang para Pahlawan yang telah gugur memperjuangkan kemerdekaan serta mendoakan arwah para pahlawan yang telah gugur sebagai kusuma bangsa, Dan telah berjasa terhadap bangsa dan negara serta rela mengorbankan jiwa dan raganya demi kemerdekaaan dan kedaulatan Bangsa Indonesia hingga saat ini.

Menurut Dandim, upacara ini merupakan salah satu tradisi kejuangan yang rutin dilakukan, sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan didalam memperjuangkan Kemerdekaan dan penghargaan atas jasa-jasa para pahlawan yang telah gugur, dengan harapan dapat menjadi media untuk memupuk semangat kejuangan.

Dandim Magelang Belajar Budidaya Lele

  Magelang---Komandan Kodim 0705/Magelang, Letkol Inf Hendra Purwanasari meninjau pelaksanaan kegiatan peningkatan kemampuan aparat kewilayahan tersebar di wilayah Kecamatan Candimulyo, Selasa (29/8).

Peninjauan Dandim Magelang bertepatan dengan kegiatan penyuluhan tentang pembudidayaan ikan lele di Mina Jaya Dusun Bariasan Desa Candimulyo. Dandim yang didampingi oleh Danramil Candimulyo dan Kordinator PPL turut mengikuti dan mendengarkan penjelasan tentang cara budi daya lele. Materi budi daya ikan lele diberikan oleh Suyoto, pemilik budi daya Mina Jaya. Pengalaman budi daya lele yang sudah membuahkan hasil yang baik itu ditularkan kepada para babinsa.

Bersama para babinsa, Dandim melihat langsung cara pemilihan indukan, cara menyiapkan tempat kawin ikan lele dan bagaimana cara penempatan telur - telur lele yang siap menetas.

Kolam petak di depan rumah Suyoto merupakan kolam tempat pemijahan ikan lele. Kolam yang dibuat menjadi beberapa petak tersebut dijadikan tempat untuk proses pemijahan lele.

Dihadapan para peserta, Suyoto menunjukkan secara langsung bentuk dan ciri-ciri indukan lele, baik yang lele betina maupun yang jantan.

Selesai menjelaskan tentang pemijahan, kemudian Suyoto mengajak para peserta menuju kolam yang digunakan untuk pembesaran.

Di petak-petak kolam milik Suyoto tersebut ribuan lele sedang dalam proses pembesaran. Disini para peserta bisa melihat langsung proses pemberian pakan dan cara menjaga air.

"Memberikan pakan pada lele juga tidak boleh sembarangan, harus diperhatikan secara jeli" ungkap Suyoto.

Pemberian pakan yang berlebihan juga bisa menyebabkan bau air. Maka diusahakan apabila memberi pakan secukupnya saja sehingga pakan yang diberikan betul-betul dimakan habis. Perlu diperhatikan pula ukuran pakan ikan, tentunya pakan harus disesuaikan dengan ukuran ikan.

Letkol Hendra meminta kepada seluruh peserta agar ilmu tentang pembudidayaan ikan lele bisa diterapkan di wilayah masing-masing. Bahkan khusus untuk peserta dari Koramil Mungkid, Sawangan, Candimulyo dan Dukun diperintahkan langsung untuk membudidayakan ikan karena pada koramil tersebut tersedia air yang cukup dan baik untuk perikanan.

"Ilmu yang sudah diterima ini segera diterapkan, prospeknya cukup menjanjikan" pungkas Dandim.

Peningkatan Kemampuan Babinsa Kodim 0705/Magelang

Magelang---Kodim 0705/Magelang menggelar kegiatan pelatihan bagi para babinsa di Taman Edukasi Gubuk Lanceng Desa Kebonrejo Kecamatan Candimulyo.

Pelatihan tersebut merupakan upaya peningkatan kemampuan aparat komando kewilayahan  bagi para babinsa jajaran Kodim 0705/Magelang.

Pelatihan yang digelar selama dua hari tersebut sengaja dilaksanakan di Taman Edukasi Gubug Lanceng dengan harapan agar para peserta selain mendapat pelajaran secara teori juga bisa langsung praktek dilapangan.

Materi yang diberikan merupakan upaya - upaya untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat dengan memaksimalkan sumber daya alam yang ada.

Para peserta menerima pelajaran tentang cara memproduksi gula semut, budidaya ikan lele dan produksi madu lanceng.

M. Haris (37), warga Kebonrejo sebagai pengelola Taman Edukasi Gubuk Lanceng membagikan pengalamannya tentang produksi madu lanceng. Secara detail, Haris menjelaskan kepada para babinsa tentang awal mula mengenal madu lanceng hingga sekarang ini. Madu lanceng yang sudah mengubah jalan hidup M. Haris.



Selain madu lanceng, para babinsa juga menerima pelajaran produksi gula semut. Susanti, Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Sri Kandi Tani dihadapan para babinsa menguraikan tata cara produksi gula semut. Sepintas, gula semut hampir sama dengan gula merah biasa namun bentuknya sudah menjadi serbuk.

Pembudidayaan ikan lele Mina Jaya milik Suyoto (43) warga Dusun Barisan  Desa Candimulyo menjadi lokasi pembelajaran bidang perikanan. Di rumah Suyoto para babinsa mendengarjan penjelasan Suyoto tentang proses pembudidayaan ikan lele. Dikolam depan rumah, Suyoto menjelaskan dan menunjukkan secara langsung indukan lele dan cara pemijahan. Proses pembesaran ikan lele yang merupakan tahapan berikutnya juga diterangkan secara detail dan peninjauan langsung ke kolam - kolam

Minggu, 27 Agustus 2017

Aksi Teatrikal Kodim 0705 Magelang Semarakkan Karnaval Pembangunan

Magelang Kota---Ribuan masyarakat tumpah ruan disisi  timur Alun-alun Magelang dan sepanjang Jalan Pemuda, Sabtu (26/8/2017). Mereka berbondong-bondong datang dari berbagai sudut Magelang ke pusat Kota Magelang hanya ingin menyaksikan karnaval pembangunan .

Karnaval yang merupakan rangkaian peringatan HUT RI ke 72 sedikitnya ada 111 perserta dari berbagai instansi yang turut serta memeriahkan agenda tahunan Kota Magelang itu. Display Marching Band Caka Lokananta Akademi Militer (Akmil) Magelang menjad pembuka karnaval pembangunan itu.

Topeng Ayu yang ditampilkan Polresta Magelang, Korps Wanita AD ( Kowad) Dishub, Satpol PP dan Kejaksaan Negeri Kota Magelang pun mampu menghanyutkan beberapa jajaran Forpimda Kota Magelang untuk ikut menari. Bahkan Walikota Magelang, Sigit Widyonindito yang mengenakan kostum layaknya Bung Karno lenglap dengan tongkat komandonya dengan ditemani Wakil Walikota Windarti Agustina, Kapolresta Magelang, AKBP Hari Purnomo, Sekda, serta beberapa anggota DPRD Kota Magelang pun turut serta menari.

Antusiasme masyarakat pun sangat tinggi. Bahkan sebagian terpaksa naik ke atas pohon untuk sekedar menyaksikan karnaval yang menampilkan kesenian, mobil hias, peragaan kostum, maupun kekhasan daerah di Kota Magelang.
Seperti diutarakan Sutinen (35), warga Tampir Candimulyo yang datang bersama anak dan tetangga kampungnya. Ia begitu bersemangat menyaksikan karnaval, terlebih anaknya yang masih masih duduk di bangku PAUD sampai menangis ingin melihat langsung.

”Setiap tahun saya tidak pernah absen melihat karnaval 17-an, meskipun memang padat sekali. Tapi tidak apa-apa, karena anak-anak juga senang. Karnavalnya menarik, apalagi banyak mobil hias yang juga bagus,” ujarnya di sela saat menonton.

Begitu pula diutarakan Suyadi (47), pengunjung yang berasal dari Margorejo Tempel, Sleman. Dirinya mengaku terkesan melihat acara karnaval yang juga menampilkan berbagai kesenian khas Kota Magelang.

Suyadi menceritakan, dia sudah sering kali menyaksikan karnaval di berbagai daerah. Namun baru karnaval di Kota Magelang yang menyajikan kolaborasi teatrikal perjuangan bangsa dalam merebut kemerdekaan dan mempertahankan wilayahnya dari penjajah.


Seperti yang ditampilkan dalam karnaval kemerdekaan tahun ini bahwa sebagai penutup kegiatan karnaval, Kodim 0705/Magelang bersama Komunitas Magelang Kembali menampilkan teatrikan perjuangan "Senja Merah di Magelang". Dihadapan panggung kehormatan peserta teatrikal menampilkan perjuangan masyarakat dan pemuda Magelang dalam merebut dan mempertahankan wilayahnya.

Senja Merah di Magelang yang dikomandoi oleh Danramil Magelang Tengah Mayor Inf Joko Nugroho tersebut bisa memukau dan menghibur ribuan pengunjung. Adegan - adegan perjuangan yang menggambarkan perjuangan pemuda dan masyarakat Magelang setidaknya memberikan pengertian dan pemahaman bahwa di Kota Magelang juga terjadi pergolakan melawan penjajah.

"Baru kali ini saya melihat karnval yang dikolaborasikan dengan aksi teatrikal yang bisa menjadi contoh dan ketauladanan bagi generasi sekarang" ujarnya.

Babinasa Muntilan Ramaikan Peringatan HUT RI

Magelang--- Peringatan HUT Ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Menayu Kecamatan Muntilan Kabupaten Magelang dimeriahkan dengan menggelar kegiatan jalan sehat dan berbagai lomba Pentas Seni yang diselenggarakan Karang Taruna dan Ikatan Pemuda Pemudi Menayu berlangsung di Halaman SD Menayu 1Desa Menayu Kec Muntilan Kabupaten Magelang.Minggu (27/8/2017).

Jalan sehat dengan start dan finish di depan SD Menayu dengan menempuk jarak 5 Km, diikuti sedikitnya 750 orang warga Desa Menayu.  U8sai jalan santai dilanjutkan berbagai macam Pentas Seni dengan peserta terdiri dari anak-anak, remaja, dewasa pria dan wanita desa Menayu.

Sebelum pemberangkatan jalan sehat, Kepala Desa Menayu Sugiarto mengatakan pelaksanaan gerak jalan sehat Desa Menayu dalam rangka Perayaan HUT Ke-72 Kemerdekaan RI. Seperti Tahun sebelumnya penyelenggaraan jalan sehat ini kita bukan mencari pemenang karena semua peserta yang mengikuti jalan sehat dari start
hingga finish adalah pemenang sejati.

Hal yang terpenting dalam acara ini, selain untuk mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olah raga, yakni memupuk semangat perjuangan yang diwariskan oleh para pahlawan.  Melalui acara ini semakin terbina kebersamaan, keguyuban, gotong royong dan semangat persaudaraan
diantara sesama warga Dusun Menunggal.

Sementara itu, ketua panitia Agus menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak, Babinsa dan Bhabinkamtibmas serta segenap panitia yang telah mendukung dan bekerja keras untuk terselenggaranya kegiatan ini.

Tampak Babinsa  Menayu Koramil 14 Muntilan Sertifikat Edy Budianto dan Bhabinkamtibmas Aiptu Mujiyo mengamankan jalannya kegiatan jalan sehat dan pentas kesenian hingga usai.

“Dengan kita laksanakan pengamanan di setiap kegiatan masyarakat dimaksudkan untuk mengantisipasi dan mencegah terjadinya gangguan Kamtibmas serta meminamalisir terjadinya kecelakaan lalu lintas”, ucap Babinsa yang diamini Bhabinkamtibmas.

Bersama Warga, Babinsa Salaman Sukseskan Lomba Pungut Sampah



 
 Magelang---Berbagai kegiatan diselenggarakan di seantero wilayah Negara Republik Indonesia dalam memeriahkan dan menyemarakkan rangkaian peringatan HUT ke 72 Republik Indonesia. Salah satunya di Desa Kalisalak Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang. 

Desa Kalisalak yang berada di lereng pegunungan Menoreh tidak mau ketinggalan dengan tempat - tempat lain dalam memeriahkan HUT RI. Sejak pertengahan bulan Juli, masyarakat desa sudah disibukkan dengan berbagai kegiatan lomba, pembersihan jalan desa hingga pemasangan umbul-umbul.

Seolah perayaan belum usai, Minggu (27/8), masyarakat Kalisalak kembali menggelar kegiatan. Kegiatan yang digelar kali ini adalah jalan santai menyusuri jalan mengelilingi desa. Tidak kurang dari 750 warga masyarakat mengikuti kegiatan olah raga murah tersebut. Para peserta yang terdiri dari kelompok usia tersebut menggunakan kostum layaknya orang kota yang akan melaksanakan "car free day".

Jalan santai yang mengambil start di Halaman Balai Desa    dilepas oleh Kepala Desa Kalisalak, H. Maskur, S.Ag. Sebelumnya ketua panitia menjelaskan route yang harus dilalui dan ketentuan selama perjalanan.
Yang menarik pada jalan santai ini adalah para peserta dibekali kantong plastik ataupun kantong bekas. Ya, seluruh peserta berjalan sambil memungut sampah yang tercecer. Munculnya ide memungut sampah datang dari Babinsa, perangkat desa dan anggota BPD setempat.

Adalah Serda Jamilan, Babinsa Kalisalak Koramil 20 Salaman Kodim 0705/Magelang yang selalu aktif dalam berbagai kegiatan di desa binaanya. Apalagi Jamilan juga merupakan warga Dusun Jurang Desa Kalisalak, maka tidak heran jika selalu ingin wilayah binaannya bersih, sehat dan maju. Lomba mencari sampah merupakan upaya meningkatkan kebersihan sambil berolah raga. Merekapun mengambil sampah tanpa ada paksaan. Mereka memungut sampah dengan ikhlas.

Di sepanjang jalan yang dilewati pejalan santai berlomba mencari sampah, bahkan banyak diantara mereka yang terkesan berebut sampah agar dapat hasil yang banyak. Menyusuri jalan di empat dusun  Salakan, Basongan, Gorangan Kidul dan  Gorangan Lor akhirnya peserta memasuki finish di
Di sela - sela peserta menikmati hiburan dan pembagian door prise, panitia mengumumkan pemenang lomba mencari sampah.

Sebagai pemenang pertama dengan perolehan sampah direbut oleh Surat ( Dusun Gendingan), juara kedua Yulisawitri (Dusun Jurang) dan ketiga Kamdi (Dusun Ngapus). Mereka yang juara mendapatkan hadiah uang masing-masing juara 1 Rp. 200.000, juara 2 Rp 100.000 dan Rp.50.000 untuk juara 3.

H. Maskur menjelaskan bahwa lomba mencari sampah ini menjadi sarana kepada seluruh warga untuk menjaga kebersihan lingkungan.

"Dengan lomba ini, sepanjang jalan di Kalisalak menjadi bersih" ujar Kades Maskur.

Pemenang kedua Yulisawitri mengungkapkan rasa senangnya mendapat juara kedua. Walaupun sampai dititik finis agak kerepotan karena sampahnya hampir penuh satu "bagor".

"Seneng sih, selain dapat uang juga jalan di desa jadi bersih" ungkap Yulisawitri sambil tersenyum. (hombing)

Peresmian Cek Dam dan Pengaman Jembatan

Magelang --- Danramil 14 Muntilan Kodim 0705/Magelang Kapten Arh Suhadi didampingi Babinsanya Sertu A Yani dan Tiga Pilar Kecamatan Muntilan, menghadiri peresmian Pembangunan Cek Dam dan Pengaman Jembatan Sungai Bangkong di Dusun Mediyuan Desa Keji Kecamatan Muntilan yang diresmikan oleh Camat Muntilan Agus Purgunanto SH. Minggu(27/8/2017).
 
Peresmian Pembangunan Cek Dam dan Pengaman jembatan didusun Mediyuan  tersebut, selain dihadiri langsung oleh Tiga Pilar Kecamatan Muntilan. juga di hadiri oleh, perangkt desa dan disaksikan ratusan masyarakat desa setempat.

Camat Muntilan meyampaikan, pihaknya sangat mengapresiasi terhadap kepala desa (Kades) Keji yang sudah mengelola dana desa (DD) dengan baik dan transparan untuk kepentingan masyarakat desa.

"Semoga ini bermanfaat dengan maksimal tidak hanya disebagai alat pengaman sungai dan jembatan saja , tapi bagaimana perekonomian masyarakat desa disini bisa lebih maju dan berkembang lagi," ungkapnya.

Agus Purgunanto berharap kepala desa (Kades) dan masyarakat harus kompak. Sebab, pembangunan desa tidak akan berjalan dengan sempurna jika tidak ada dukungan dari masyarakat.

"Pembangungan desa tidak ada artinya jika masyarakat tidak bisa menikmati, jadi harus sesuai dengan ke inginan masyarakat dan desa Keji ini harus dijadikan contoh oleh desa-desa yang lain," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Keji,  Siti Rahayuningsih  menuturkan, pembangunan Cek Dam dan Pengaman Jembatan Sungai Bangkong merupakan prioritas utama untuk  memperlancar irigasi dan memberikan pengaman jembatan terhadap kikisan  air. Jembatan ini mendongkrak perekonomian masyarakat desa. Sebab, keberadaan jembatan tersebut sangat di butuhkan sehingga sepatutnya harus dijaga.

"Pembangunan Cek Dam dan Pengamanan jembatan ini murni melibatkan tenaga lokal desa disini, pengerjaannya memakan waktu 35 hari ," pungkasnya.

Dandim Magelang Jadi Ketua Panitia Bulan Dana PMI Kota Magelang




Magelang---Komandan Kodim 0705/Magelang Letnan Kolonel Inf Hendra Purwanasari dikukuhkan sebagai ketua panitia Bulan Dana PMI Kota Magelang Tahun 2017, Jumat ( 25/8).

Acara pengngukuhan yang digelar di Gedung Wiworo Wiji Pinilih tersebut dihadiri oleh Wakil Walikota Magelang, Sekda Kota Magelang dan perwakilan dari seluruh instansi sipil, militer dan swasta.

Ketua PMI Kota Magelang, H Sukardi, S.H berharap dengan dikukuhkannya kepanitiaan bulan dana PMI tahun 2017 ini target yang sudah ditetapkan mudah-mudahan bisa tercapai. Target bulan dana PMI Kota Magelang tahun 2017 ini adalah Rp. 325.000.000. Pada kesempatan itu juga Ketua PMI Kota Magelang memohon dukungan kepada Dandim Magelang yang sebagai ketua panitia bulan dana pmi untuk bersama-sama dengan semua pihak mendukung dan menyukseskan kegiatan bulan dana PMI sehingga bisa berhasil memenuhi target yanmg diharapkan.

Sesuai dengan petunjuk teknis pemanfaatan Hasil Bulan Dana yang diatur berdasarkan pola umum pengelolaan PMI Pusat 50 untuk program kemanusiaan, namun di Kota Magelang dimanfaatkan untuk program kemanusiaan sebesar 90%, 30% untuk operasional, PMI kota Magelang hanya menggunakan 6%, 20% untuk lain-lain, yang digunakan di PMI Kota Magelang hanya 4%.

Upaya untuk meningkatkan kapasitas produksi ini telah dilakukan UTD PMI Kota Magelang dalam rangka menjamin terpenuhinya kebutuhan darah tidak hanya bagi masyarakat Kota Magelang akan tetapi juga untuk masyarakat di daerah sekitar Kota Magelang. Saat ini UTD PMI Kota Magelang telah melayani tidak kurang dari 46 Rumah Sakit baik rumah sakit pemerintah maupun swasta yang terdiri dari 10 rumah sakit di Kota Magelang, 8 rumah sakit di Kabupaten Magelang, 14 rumah sakit di wilayah eks karisidenan Kedu dan rumah sakit-rumah sakit lain di Salatiga, Purwodadi hingga Kabupaten Semarang dan Yogyakarta.

Sebagai informasi bahwa dalam database kami telah tercatat sebanyak 15.076 orang telah mendonorkan darahnya di UTD PMI Kota Magelang. Angka tersebut sangat membanggakan karena 12,15% warga Kota Magelang telah menjadi pendonor, jauh melebihi angka WHO yang menentukan setidaknya 2% warga sebagai pendonor darah.

Sementara itu Komandan Kodim 0705/Magelang mengucapkan terima kasih atas kepercayaannya ditunjuk sebagai ketua panitia bulan dana PMI Kota Magelang tahun 2017.

Dandim melanjutkan,  PMI merupakan organisasi Sosial Kemanusiaan yang didasari pada prinsip keihlasan, kemanusiaan, kesamaan, kenetralan, kemandirian, kesukarelaan, kesatuan dan kesemestaan. Selain itu PMI juga merupakan satu satunya organisasi yang diberikan kepercayaan oleh Pemerintah untuk melaksanakan tugas yang berkaitan dengan kepalang merahan, baik pada situasi damai maupun pada saat terjadinya bencana. Sesuai dengan fungsinya, organisasi PMI adalah organisasi kemasyarakatan yang bertugas antara lain membantu Pemerintah Daerah dengan tujuan untuk meringankan beban penderitaan sesama manusia apapun itu sebabnya ;

Dalam penggalian dana secara efektif, tertib dan lancar dengan hasil yang maksimal Panitia tidak dapat bekerja sendiri tanpa adanya peran serta dari seluruh komponen masyarakat Kota Magelang baik dari kalangan pelajar, TNI, Polri, Pegawai Negeri dan swasta serta melalui jasa SKPD ataupun instansi vertikal. Kita harus bekerjasama dan bekerja keras untuk memberi kesadaran kepada seluruh komponen masyarakat betapa pentingnya menyumbang dan peduli sesame.

Dandim meminta kepada seluruh Panitia agar dapat mempertanggung jawabkan dengan baik dan transparan seluruh dana yang telah terkumpul nantinya, untuk itu diperlukan dukungan administrasi dan pelaporan yang memadai dan tepat waktu sesuai jadwal yang ditentukan.

“Sekali lagi saya selaku Ketua Panitia menghimbau kerjasama seluruh Panitia maupun pendukung agar dapat mensukseskan Bulan Dana PMI ini sehingga target akan terpenuhi dan bisa bermanfaat untuk masyarakat yang membutuhkan, peran aktif seluruh komponen pemerintahan sangat kami perlukan agar pelaksanaan bulan dana PMI berjalan lancar dan sukses “ pungkas Dandim

Babinsa Dukun Bantu Panen Padi



Magelang --- Babinsa Wates Koramil 15/Dukun Kodim 0705/Magelang, Serda Agustinus Susilo melaksanakan pendampingan panen padi jenis Ir 64 milik Rakimin (59),  anggota Poktan Ngudi Rejeki Dusun Sempon Desa Wates Kecamatan Dukun.

Pendampingan panen padi seluas 0,2 hektar. dilaksanakan oleh babinsa ini merupakan wujud kedekatan aparat komando kewilayahan terhadap kesulitan masyarakat desa binaannya.

Kapten Inf. Rahayu, komandan Koramil 15/Dukun pada kesempatan terpisah mengatakan bahwa anggota koramil harus selalu angktif terjun ke desa binaanya agar kehadiran babinsa bisa sebagai pengayom dan pelindung masyarakat sehingga kehadirannya selalu di harapkan oleh warganya. Disamping itu babinsa harus mendukung program pemerintah khususnya program pajale (padi,jagung dan kedelai) sehingga tujuan untuk swasembada pangan bisa tercapai,dampingi dan dampingi masyarakat desa binaanya bantu segala kesulitan warganya.

Rakimin mengucapkan banyak terima kasih kepada babinsa dan PPL yang selama ini sudah memberikan pendampingan dan penyuluhan sehingga petani bisa paham dan mengerti cara bercocok tanam yang baik dan benar dengan hal tersebut masyarakat petani banyak berharap hasil panen akan semakin meningkat dan kesejahteraanya akan semakin baik.

Ditemui ditempat terpisah, Babinsa Wates menghimbau kepada masyarakat agar selalu mengikuti apa yang telah di diberikan oleh petugas penyuluh pertanian dengan terus memperhatikan pola tanam,memasuki musim kemarau petani harus bisa mengolah lahan pertanian dengan baik perhatikan sistem pengairan karena saat ini debet air berkurang.(mgl)