Kamis, 23 Februari 2017

KETUA PERSIT KODIM MAGELANG CEK TANAMAN CABAI



MAGELANG - Ketua Persit Cabang XXV Kodim 0705 Magelang Ny. Lucia Hendra meninjau tanaman cabai yang ada di kebun sayur Koramil Ngablak, Kamis (23/2).

Lahan seluas 0,2 hektar yang berada disekitar Kantor Koramil 07 Ngablak Kodim 0705/Magelang saat ini ditanami tanaman sayur secra tumpang sari yang terdiri dari tanaman cabai dan tanaman daun bawang (luncang).

Ny. Lucia Hendra sangat mengapresiasi pada anggota  Ranting 8 Koramil Ngablak yang sudah berhasil menanam cabai. Selain melaksanakan perintah dari pimpinan, penanaman cabai dengan memanfaatkan lahan satuan juga sangat bermanfaat disaat harga cabe yg tinggi.

"Teruskan budi daya tanam sayuran ini, karena hal ini sangat membantu kelangsungan dapur kita, apalagi seperti saat ini harga cabai lumayan mahal" ujar Lucia.

Saat ini Koramil Ngablak Kodim 0705/Magelang menanam cabai jenis cabai rawit merah. Sampai saat ini tanaman cabai sudah berumir sekira 3 bulan. Buah cabai sudah kelihatan kuning. Tidak lama lagi cabai bisa dipanen.

Menurut Komandan Koramil Danramil) 07 Ngablak Kapten Inf Abrianto TC, sekitar 2.000 bibit cabai telah ditanam di lahan sekitar koramil. Untuk menjamin kesuburan diberikan pupuk kandang. Pupuk kandang yang hasil kotoran kambing diolah oleh anggota koramil untuk dijadikan pupuk. Selain pupuk, tanaman cabai juga disemprot seminggu sekali untuk menghindari serangan hama tanaman cabai.

Rabu, 22 Februari 2017

BABINSA MEMBANTU PEMBERSIHAN GULMA DI WILAYAH



MAGELANG – Babinsa mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk ikut menyukseskan program Swasembada pangan di Negara ini,dengan cara ikut berperan aktif ikut membantu para petani di desa binaan masing – masing Selasa (22/02).

Babinsa Koramil 23/Magelang Utara melaksanakan bagian dari pada tugas dan tanggung jawab nya sebagai Babinsa di desa binaan.Pada hari itu Serda Mustamid dan Sertu Murtam membantu melaksanakan penyiangan/pembersihan gulma(Tanaman penggagu) di sela sela tanaman padi,di sawah bpk Marsono dengan luas 1,3 Ha.

Marsono (55) pemilik sawah mengatakan bahwa tanaman padi kami yang baru berumur 20 Hari memang harus lebih exstra dalam melaksanakan pemeliharaan khusnya pembersihan dari GULMA/tanaman penggagu supaya pertumbuhan tanaman padi tidak terganggu dan bisa memaksimalkan jumlah anakan sehingga rumpun nya jadi banyak dan otomatis hasil nya pun bisa maksimal.

Di sela sela kegiatan Marsono mengucapkan banyak trimakasih atas kehadiran bpk Babinsa Serda Mustamid dan sertu Murtam yang mau terjun kesawah untuk membantu penyiangan tanaman padi kami, “ Semoga apa yang dilakukan oleh Babinsa Serda Mustamid dan sertu Murtam menjadi bermanfaat dan menjadikan hasil panen kami besok bisa meningkat” tutur  Marsono.

“Yang jelas dengan hadirnya Babinsa di tengah -tengah petani sangat lah membantu dan bisa memberi semangat kepada kami untuk memelihara tanaman  kami” pungkasnya.


Senin, 20 Februari 2017

SABUK EMAS DANDIM 0705/MAGELANG



MAGELANG SELATAN – Kodim 0705/Magelang bekerjasama dengan David Promotion, sukses laksanakan kegiatan Gelar Tinju Profesional, Sabuk Emas Dandim 0705/Magelang, Sabtu (18/2) bertempat di Gedung Tri Bhakti Magelang.

Olahraga tinju dengan 1 partai utama profesional, 3 partai tambahan profesional dan 7 partai tinju, dengan turut dihadiri oleh Dandim 0705/Magelang, Kapolres Magelang Kota, Plt Sekda Kabupaten Magelang, Kasatpol PP Kota Magelang, Ketua Koni Kota Magelang serta penonton sekitar 500 orang.

Kegiatan tersebut dalam rangka mencari bibit-bibit berbakat dalam dunia tinju, Kodim 0705/Magelang bekerjasama dengan David Promotion.

Dalam partai Utama Kelas Ringan Junior 58,9 Kg, pada sudut biru Jack Madison PWBG Jaktim, melawan sudut merah petinju tuan rumah, Master Suro dari MBC Magelang. Pertandingan yang dilaksanakan 8 ronde tersebut dipimpin oleh Wasit Syamsur Wakano ( Kendal), berhasil dimenangkan oleh Master Suro.

Komandan Kodim 0705/Magelang Letnan Kolonel Inf Hendra Purwanasari, S.Sos, mengatakan, kegiatan diselenggarakan dengan lancar, serta mendapat antusiasme yang tinggi baik dari perserta maupun penonton.

Dikarenakan olahraga tinju memperlukan media kegiatan pertandingan, sebagai ajang prestasi sekaligus mengukus kemampuan selama latihan.

“Olahraga tinju memang saat ini memang hanya kalangan tertentu, bukan olahraga populer, tetapi peminatnya masih dan selalu ada.Oleh karenanya diperlukan kegiatan seperti ini untuk mencari bibit-bibit baru di dunia olahraga tinju Indonesia,” ucap Hendra.
 
Promotor kegiatan tersebut, dari David Promotion, Suprapto,  menyampaikan, kegiatan Gelar Tinju Profesional, Sabuk Emas Dandim 0705/Magelang, dapat berjalan dengan lancar dikarenakan persiapan yang matang.

“Persiapan panitia dari segi teknis pertandingan dilakukan dengan matang, hal ini demi kesehatan atlet tinju bersangkutan.
Untuk petinju sendiri juga harus fair play dan legowo jika kalah, dan tidak senang berlebihan saat menang, sebab ini adalah ajang tinju profesional,” ungkap Suprapto.

PANEN, BABINSA TURUN KESAWAH



MAGELANG - Babinsa Banyubiru Koramil 15 Dukun Sersan Dua Widiyanto tak pernah absen melaksanakan pendampingan petani binaannya. Seperti yang dilakukan beberapa hari yang lalu, Widiyanto menyempatkan diri membantu petani yang sedang panen.

Pendampingan yang dilakukan oleh Widiyanto bersama PPL pada petani di Banyubiru merupakan tugas yang harua dilaksanakan. Walau terik matahari sangat menyengat namun tetap saja Widiyanto turun ke sawah. Dengan modal pengalaman dan belajar dari PPL  Widiyanto bisa memberikan arahan kepada para petani mengenai cara potong padi yang baik dan benar.
Serda Widiyanto menuturkan bagaimana cara memotong padi yang baik dan benar, pemotongan padi dengan menggunakan sabit dapat dilakukan dengan potong tengah, potong atas ataupun potong bawah, tergantung cara merontokan nantinya.

Pemotongan bawah dilakukan apabila perontokannya dengan cara digebyok/dibanting, atau dengan menggunakan pedal thresher, begitu pula pemotongan atas perontokannya dengan menggunakan power thresher.

Sedangkan sabit yang digunakan untuk memotong padi dianjurkan sabit yang bergerigi dan mata pisau yang tajam, adapun cir-ciri sabit bergerigi yaitu gagang terbuat dari kayu bulat berdiameter sekitar 2 cm, panjang 15 cm mata pisau terbuat dari baja keras yang sisinya bergerigi antara 12-16 gerigi sepanjang 2,5 cm, karena hal itu dapat menekan kehilangan hasil, setelah padi dipotong kumpulkan diatas terpal atau alas yang sudah disiapkan, sehingga pada saat diangkut menuju ke alat perontok bisa ditekan angka kehilangan hasilnya.
Dengan mengerjakan proses pemotongan padi yang baik dan benar diharapkan bisa menekan angka kehilangan hasil, sehingga hasil panen pun bisa meningkat.

Ada hal yang perlu kita perhatikan berkenaan dengan penekanan angka kehilangan hasil panen ini terutama pada saat melakukan pengangkutan setelah padi dimasukkan ke karung terutama pada saat menjahit karung sebisa mungkin jahitan karung harus benar-benar dalam keadaan rapat dan tidak berlubang, karena hal ini juga mempengaruhi angka kehilangan hasil, lakukanlah proses pemanenan padi dengan baik dan benar meskipun secara tradisional,sehingga apa yang diharapkan para petani bisa terwujud yakni hasil panen bisa meningkat dari sebelumnya.

PESTA SIAGA DI DESA BANARAN KECAMATAN GRABAG



GRABAG- Lebih kurang dari 1.050 peserta pesta siaga mengikuti pelaksanaan pembukaan pesta siaga sekwartir ranting Kecamatan Grabag yang bertempat dilapangan Desa Banaran Kecamatan Grabag Kabupaten Magelang, senin (20/02).

Adapun rincian yang mengikuti pesta siaga diantaranya 36 pangkalan gugus SD dan 27 pangkalan gugus MI serta 20 barung putra dan 20 barung putri.

Hadir dalam acara tersebut antara lain Camat Grabag, komandan Koramil 06 Grabag Kapten Arm Sujarwanto, Kapolsek Grabag, Muspika, pengurus kwaran Kecamatan Grabag, Kepala sekolah dan aparatur Desa Banaran Kecamatan Grabag.

Selaku pembina upacara kepala sekolah Labbaika Nugroho dalam sambutannya mengatakan para peserta harus bisa mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan penuh semangat serta mengedepankan sportifitas, dijelaskan juga betapa pentingnya pesta siaga ini diadakan sebagai anjang menanamkan pendidikan karakter pada para anggota pramuka terutama pendidikan karakter yang berlandaskan Dwi Dharma Pramuka. “ Kegiatan ini untuk menanamkan sifat disiplin anak-anak sejak dini guna menciptakan generasi muda bangsa yang bertanggung jawab" tegasnya".

Acara ini dilaksanakan bukan hanya sekedar seremonial saja akan tetapi mengarahkan moral anak sehingga bisa mengedepankan rasa kekeluargaan serta nenumbuhkan rasa cinta tanah air.