Senin, 30 Januari 2017

BERSAMA WARGA BERSIHKAN SISA LONGSOR DI DESA KALIREJO



SALAMAN- Akibat curah hujan yang cukup deras yang mengguyur wilayah Salaman kemarin yang mengakibatkan terjadinya tebing mengalami longsor, dan menyisahkan banyak material pepohonan yang menyumbat aliran sungai khususnya di Dusun kali pucung kulon  rt.01/10 Desa Kalirejo kecamatan Salaman, sedangkan tebing tersebut dengan ketinggian lebih dari 100 meter. 

Danramil Salaman bersama anggotanya dan para relawan serta dari BPBD Kabupaten Magelang juga warga setempat sekitar 200 orang bersama-sama membersihkan sisa tumpukan pepohonan dengan menggunakan peralatan yang ada, tumpukan pepohonan  tersebut juga menimpah rumah Mutaqin
(47) yang mengakibatkan rumahnya mengalami rusak ringan.


Kapten inf Adi sanyoto menghimbau kepada seluruh warga agar selalu waspada karena musim hujan ini menurut BMKG akan berlangsung sampai bulan pebruari, sehingga dari semua pihak diharapkan lebih waspada terutama pada saat hujan turun, khususnya rumah yang dekat dengan tebing. Selalu adakan koordinasi dengan pihak terkait sehingga penanganannya diharapkan lebih cepat untuk meminimalisir kerugian yang dialami. Bagi warga yang terkena longsor kami ikut prihatin atas kejadian ini, kami berharap kepada semua warga selalu peka terhadap perkembangan situasi dan kondisi disekelilingnya, atau jika perlu pindah sementara waktu ke tempat saudaranya yang lebih aman pada saat turun hujan. 

Di Desa Kalirejo ini tanahnya labil dan letaknya berbukit-bukit sehingga sangat rentan sekali dengan kejadian longsor, seperti pada musim hujan tahun lalu terjadi longsor juga, berkat kesigapan dari para warga disekitarnya sehingga tidak terjadi korban jiwa. Hal ini patut kita syukuri bersama dan menjadi pelajaran bagi kita semua agar lebih waspada dan peka terhadap perkembangan situasi disekeliling kita, terutama para warga yang pemukimannya berdekatan dengan tebing atau ditempat ketinggian. Dan dihimbau untuk semua warga apabila terjadi tanah longsor, angin puting beliung, dan pohon tumbang segera menyelamatkan diri dan keluarganya ke tempat yang lebih aman dan silahkan melaporkan kepada kepala Dusun atau kepala Desa setempat agar permasalahan segera di tindak lanjuti ungkap Fauzan dari BPBD kabupaten magelang.

ANGGOTA KORAMIL BANTU ATASI TANAH LONGSOR DIKETEP



SAWANGAN - Anggota Koramil 12/Sawangan melaksanakan pengecekan lokasi tanah longsor di jalur Ketep boyolali.

Guyuran hujan yang terjadi di wilayah Sawangan dari siang hingga sore hari mengakibatkan terjadi tanah longsor di dsn Gintung desa Ketep dan dsn Wonolelo Desa Wonolelo, kejadian di perkirakan pukul 20.30 WIB, tanah longsor yang di dsn Gintung masih satu tempat dengan lokasi tanah longsor lama dengan T 15, L 12 m ketebalan 100 Cm, tanah longsor di tempat yang sama dengan jarak 50 meter dengan lokasi pertama dengan Tinggi 15, lebar 5 m tebal 100 cm yang mengakibatkan jalan tidak bisa di lalui, kejadian tanah longsor juga terjadi di Dsn Wonolelo ds Wonolelo dengan tinggi 15 meter lebar 5 meter ketebalan  1 meter itu di perkirakan pukul 20.30 WIB sehingga malam itu babinsa beserta piket dan dari Polsek Sawangan serta relawan segera melaksanakan pengecekan ke TKP.

Di rencanakan pengerjakan pembersihan akan di laksanakan pagi hari karena di samping situasi gelap juga membahayakan apabila terjadi hal hal yang tidak di inginkan serta memerlukan alat berat.

Dengan adanya tanah longsor yang sering terjadi di jalan tembus Ketep boyolali Danramil 12/Sawangan menghimbau kepada masyarakat yang melewati agar lebih hati hati untuk menghindari tanah longsor yang bisa datang kapan saja serta masyarakat yang mempunyai tanah di jalur yang rawan longsor agar lebih berhati hati baik untuk tempat tinggal serta tanah yang digunakan untuk perkebunan.


KORAMIL 20 SALAMAN BERI PEMBEKALAN KEPADA RELAWAN GARUDA BUKIT MENOREH



SALAMAN - Pelda Solikhin selaku Bintara tinggi Bakti TNI dan Anggota koramil 20 Salaman Kodim 0705/Magelang beberap hari yang lalu menghadiri acara perekrutan dilanjutkan pelatihan dan pembekalan karakter Bangsa kepada para relawan dilapangan Desa Kalisalak Kecamatan Salaman.

Sebanyak 120 para relawan se-kawedanan Salaman mengikuti kegiatan pembekalan yang diadakan selama 2 hari, untuk hari pertama dilaksanakan pembekalan wawasan kebangsaan, dan pelatihan PBB sedangkan pada hari kedua seluruh anggota relawan melaksanakan tradisi naik kepuncak bukit Kukusan yang terletak di Desa Ngaregoretno Kecamatan Salaman.

“Tujuan dari kegiatan ini yaitu memberikan bekal dasar mental dan disiplin dalam kehidupan sehari-hari serta selalu siap menghadapi kemungkinan-kemungkinan terjadi bencana serta penanganannya di wilayah kawedanan salaman” kata Solikhin.

Diwilayah kawedanan salaman ini yang rentan dengan bencana baik itu tanah longsor, angin puting beliung ataupun banjir. Dilain pihak karena kondisi wilayah yang berbukit-bukit. Dari data BPBD Kabupaten Magelang peringkat pertama wilayah bencana adalah wilayah kawedanan salaman sehingga dari kondisi tersebut perlu adanya perekrutan para relawan untuk membantu dampak dari bencana tersebut. Perekrutan para relawan ini timbul dari hati nurani para warga yang mana ingin membantu meringankan beban dari para korban bencana, tutur Bp.Suroso singgih SH sebagai pengagas ide tersebut dan juga kesehariannya sebagai anggota Dewan kabupaten magelang.

Pelda solikhin yang ditunjuk sebagai instruktur dan juga pelatih pembekalan karakter Bangsa dan juga pelatih baris berbaris kepada Para relawan memberikan apresiasi dan sangat salut terhadap para relawan ini karena mereka itu mau bergabung kedalam organisasi ini atas dorongan dari hati nurani mereka. “Tidak ada paksaan sama sekali,  Seperti pepatah bilang orang hidup itu harus berguna untuk orang lain. Mereka itu tidak pernah mengharap imbalan apapun” ungkapnya.


“Dijaman sekarng ini sudah sangat langkah ditemui untuk itu kami mewakili koramil salaman menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya terhadap para relawan tersebut” pungkasnya.

Minggu, 29 Januari 2017

ANGGOTA KORAMIL 12/SAWANGAN BANTU ATASI TANAH LONGSOR DIKETEP



SAWANGAN -          Pagi ini Senin 30 Januari 2017 Pukul 07.30 Danramil 12 Sawangan Kodim 0705/Magelang Kapten Inf Mudjtahidin beserta anggota melaksanakan pembersihan tanah longsor yang terjadi di dsn Gintung desa Ketep Kecamatan Sawangan.

Sekitar pukul 15.00 sd 22.00 Kecamatan Sawangan terjadi hujan yg terus menerus yang mengakibatkan tanah longsor.Matreal longsoran tebing setinggi 10 meter dan L 5 meter ketebalan 80 Cm menutup jalansehingga tidak bisa di lalui, kejadian itu di perkirakan pukul 20.45 WIB sehingga malam itu babinsa beserta piket dan dari Polsek Sawangan segera melaksanakan pengecekan ke TKP.

Pagi ini Koramil beserta komponen masyarakat lainya bersama sama melaksanakan pembersihan dengan menggunakan cangkul serta alat berat dari dinas Perhubungan Prop Jawa Tengah sehingga memudahkan untuk membersihkan tanah yang menutup jalan, sementara jalan tidak nisa di lalui lalu lintas di alihkan melewati Klampahan.

Dengan adanya tanah longsor yang sering terjadi di jalan tembus Ketep - Boyolali Danramil 12/Sawangan menghimbau kepada masyarakat yang melewati agar lebih hati hati untuk menghindari tanah longsor yang bisa datang kapan saja serta masyarakat yang mempunyai tanah di jalur yang rawan longsor agar lebih berhati hati baik untuk tempat tinggal serta tanah yang digunakan untuk perkebunan.




Anggota Koramil Grabag Bantu Tanam Padi



Grabag - Dalam rangka menyukseskan program ketahanan pangan nasional serta mewujudkan swasembada pangan Anggota Koramil 06 Grabag Kodim 0705/Magelang Serda Samijan melaksanakan kegiatan pendampingan tanam padi dilahan milik Sarojo (52) anggota kelompok tani sido makmur dengan luas 0,3 hektar ditanami padi jenis cihera di Dusun Ndakawu Desa Lebak Kecamatan Grabag Kabupaten Mgelang.

Kegiatan pendampingan tanam padi ini merupakan bentuk dukungan dan peran serta babinsa dalam mendukung ketahanan pangan dan menyukseskan program swasembada pangan yang di progamkan oleh pemerintah.

Dalam melaksanakan pendampingan tanam padi dengan menggunaka  sistem jajar legowo yang telah disosialisasikan oleh petugas PPL dan Babinsa.Dengan menggunakan sistem tanam padi jajar legowo di harapkan hasil panennya lebih baik atau meningkat 30% per hektar bila dibandingkan dengan tanam padi yg biasa dilakukan oleh petani.

Tidak hanya cukup dengan tanam saja babinsa juga akan secara berkelanjutan akan melaksanakan pendampingan pemupukan yg seimbang, peyiangan dari gulma,penyemprotan dari hama dan melaksanakan pendampingan pasca panen serta panen.

Dalam keempatan tersebut sarojo menyampaikan bahwa dirinya merasa senang dengan adanya pendampingan dari babinsa yang langsung terjun kesawah dan mempratekkannya tanam padi dengan sistem jajar legow. “Karna keterbatasan ilmu kami,dengan adanya pendampingan ini tentunya menambah pola berpikir kami sehingga kita juga harus mengikuti perkenbangan terutama di sektor pertanian",katanya.