Minggu, 31 Juli 2016

Metode Tanam Padi SRI Organik Di Lahan Demplot



Ngluwar- Anggota Koramil 18 Ngluwar Serma Yuniarto dan Kopda Suroto melaksanakan pendampingan PPL pertanian Kecamatan Ngluwar dalam kegiatan pengubinan padi organik di Demplot pengembangan pertanian organik yang menggunakan sumber dana dari APBD Kabupaten Magelang dengan menggunakan metode sri organik di lahan seluas 1000 M² milik Salim (48) anggota kelpok tani "TANI MAKMUR" Dusun Somokaton Desa Somokaton Kecamatan Ngluwar. Adapun hasil pengubinan mencapai 4,5 Kg dengan ukuran ubin 2,5 M X 2,5 M, senin (01/08).
Di Indonesia metode budidaya dalam upaya meningkatkan kualitas dan produktifitas padi telah dikenal dengan metode “Jajar Legowo”, yaitu sistem penanaman padi dengan mengatur jarak tanam sedemikian rupa sehingga produktifitas padi bisa meningkat. Satu lagi metode budidaya padi yang sudah dikenal luas dan mendunia, yaitu metode System of Rice Intensification yang disingkat dengan metode SRI. Metode SRI (System of Rice Intensification) merupakan suatu inovasi cara budidaya padi dalam upaya meningkatkan produktifitas padi. Metode ini dilaporkan mampu meningkatkan hasil produksi padi antara 50 hingga 100%.
Beberapa prinsip dasar yang menjadi ketentuan dalam teknik budidaya padi dengan metode SRI di antaranya bibit ditanam pada usia yang sangat muda, yaitu bibit yang berumur kurang dari 12 hari setelah semai dan ditanam dengan pola satu lubang satu tanaman. Jarak tanam misalnya 25 x 25 cm, 30 x 30, karena bibit ditanam pada usia muda dan masih lemah, pindah tanam harus dilakukan dengan ekstra hati-hati agar tidak merusak perakaran dan ditanam dangkal, Bibit harus segera ditanam setelah dicabut dari persemaian. Tanah tidak diairi secara terus menerus, pengairan dilakukan dengan sistem berselang dengan ketinggian air maksimal 2 cm, mengoptimalkan pengolahan tanah dengan pembajakan untuk meningkatkan aerasi tanah dan penyiangan dilakukan sejak tanaman berusia 10 hari
Jika dibandingkan dengan teknik budidaya padi seperti pada umumnya atau konvensional, cara menanam padi SRI memiliki beberapa keunggulan dan kelebihan. Baik keunggulan dari segi pemanfaatan air, biaya produksi, waktu atau masa panen serta kualitas padi atau beras yang dihasilkan."beberapa keunggulan metode budidaya padi SRI :hemat air, hemat penggunaan benih, panen lebih cepat, produksi tinggi  dan menghasilkan padi yang sehat" kata Serma Yuniarto.

TNI-POLRI Amankan Tempat Ibadah Antisipasi Berkembangnya Sara



Mungkid- Untuk  mengantisipasi berkembangnya kerusuhan sara yg terhadi di Sumut,Anggota Koramil 13 Mungkit dan Muspika berkordinasi dengan para tokoh agama, tokoh masyarakat,tokoh  pemuda dan ormas untuk mengamankan tempat ibadah terutama vihara Mendut dan melakukan langkah upaya pencegahan agar kejadian kerusuhan SARA tdk berkembang di wilayah khususnya Kecamatan Mungkit, Minggu (31/7).
Kegiatan pengamanan yang di lakukan Anggota Koramil dan jajaran Polsek bersama komponen masyarakat sesuai Perintah Komando Atas untuk memberikan rasa aman dan nyaman serta kondusif di wilayah khususnya wilayah Kecamatan Mungkit.
Pengamanan tempat ibadah yang di lakukan bersama seluruh komponen masyarakat di samping untuk memberikan kenyamanan kepada seluruh umat beragama untuk melaksanakan ibadah sesuai Agama dan keyakinannya, hal ini juga di maksudkan untuk menjaga kekompakan antara TNI-POLRI dengan seluruh komponen masyarakat
Dalam kesempatan tersebut Sertu Ambar Anggota Koramil 13 Mungkit Menyampaikan bahwa tujuan pengamanan bersama Polri bersama Komponen masyarakat adalah untuk memberi rasa aman kepada warga saat melaksanakan ibadah. "pengamanan ini tidak hanya dilakukan di Vihara saja, tetapi seluruh tempat ibadah baik Masjid, Gereja dan Pura  yang berada di wilayah Kecamatan Mungkit dan di lakukan serentak di wilayah Kodim 0705/Magelang" ujarnya.

Kamis, 28 Juli 2016

Babinsa Tetap Semangat Dampingi Petani



Magelang Utara- Komandan Koramil (Danramil) 23 Magelang Utara jajaran, Mayor Czi Suharto kerahkan Babinsa Pembina Desa (Babinsa) untuk turun langsung ke sawah mendampingi petani, untuk pendampingan petani dalam rangka upaya kusus swasembada pangan nasional, Kamis (28/07).
Kegiatan pendampingan kepada petani di laksanakan mulai penyiapan lahan, pengolahan, penanaman sampai saat panen, separti halnya pendampingan yang di lakukan oleh anggota Koramil 23 magelang  Sertu Pargiyat membantu panen padi milik Suharjo (52) di Kampung Wates Beningan Pok Tani Padi Jaya dilanjutkan monitoring wilayah binaan.
"Kami berharap kepada masyarakat agar ikut serta dalam menyukseskan Program Swasembada Pangan", kata Danramil. Dengan adanya pendampingan babinsa dan dinas terkait yang lebih intensif di harapkan segala permasalahan yang di hadapi petani bisa cepat teratasi, pungkasnya.
Sedangkan, anggota kelompok tani sekaligus pemilik lahan Suharjo, menyampaikan bahwasanya  masyarakat sangat senang karena Babinsa membantu kegiatan para petani. "Dengan adanya program baru TNI, para Babinsa terjun langsung ke lapangan untuk membantu para petani serta memberikan penyuluhan dan bimbingan dalam bertani sangat membantu serta dapat meningkatkan kesejahteraan para petani," katanya. Di samping itu, kata dia, hasil panen yang kali ini cukup bagus di banding musim lalu tentu hal ini tak lepas dari giatnya penyuluhan dan pendampingan Babinsa dan PPL di lapangan.

Pelopori Petani Manfaatkan Sumber Daya Alam



Candimulyo- Bakorluh (Badan Koordinasi dan Penyuluhan) propinsi jawa tengah Ir.Sugeng Riyanto, Kegiatan punyuluhan yang baru berjalan saat ini berjalan selama satu minggu yang dihadiri oleh kepala la BPPK Surajiman SP, Sapto Bambang dari UPN jogjakarta sebagai nara sumber  serta perwakilan gapoktan dari Kabupaten Magelang, Purworejo, Temanggung, Wonosobo dan Boyolali masing masing 4 orang, kamis (28/07.
  Kegiatan punyuluhan dan pembekalan  dengan  tema "pemutakhiran management kelompok tani menjadi desa agro wisata dengan memanfaatkan potensi sektor pertanian dengan hasil bumi gula semut, madu lebah lanceng serta durian" tersebut mendapat antusiasme dari peserta yang hadir. Lebih jauh sebagai nara sumber Sapto Bambang mengajak kepada segenap peserta yang hadir yang merupakan perwakilan dari daerah lain hendaknya setelah acara penyuluhan ini berakhir mau mengajak dan memberikan sport kepada anggota poktan yang ada diwilayahnya, untuk  mengikuti sukses desa kebonrejo ini, "tegasnya"
  Pemanfaatan sumber daya alam hasil bumi  masyarakat pedesaan hendaknya perlu kita maksimalkan, ada banyak hal yang sebenarnya sebagian masyarakat pedesaan  tau bahwa sumberdaya di desa mereka ada, dan bisa dibuat sebagai penarik wisata untuk dijadikanya penambah pemasukan khas desa, namun tak jarang juga yang tidak tau menahu akan potensi wilayahnya sendiri. Seperti yang dialami oleh masyarakat desa Kebonrejo kecamatan candimulyo ini, desa yang semula terdiam dan masyarakatnya hanya bisa mengolah hasil sumberdaya dengan dikonsumsi sendiri, sekarang sudah berubah warna menjadi desa yang cukup dikenal dengan gula semutnya yang sudah pasar eksport, serta madu lebah lanceng dan durian sebagai khas hasil bumi kecamatan candimulyo.
  Semua ini tidak telepas dari buah karya penduduk desa kebonrejo sendiri yang mengolahnya dengan memberdayakan KWT (kelompok wanita tani) serta poktan yanga ada  dengan bantuan penyuluh pertanian serta peran aktif babinsa sertu Haji Komarudin dalam membina desanya. Babinsa sebagai penduduk pribumi tentunya sangat faham betul tentang situasi geografis, serta karakteristik desa binaanya dengan didukung pengalaman yang ada serta kepedulianya sebagai warga lokal, terlebih sertu Haji Komarodin juga ditunjuk oleh masyarakat sebagai ketua gapoktan "Tani Barokah" maka tentunya hal ini tidak disia siakan olehnya.
  Untuk  memperdalam dan mengiatkan anggota poktanya agar lebih semangat dalam mengolah hasil potensi bumi maka Babinsa sering mengadakan pertemuan maupun penyuluhan serta study banding ke poktan yang sudah maju. Demikian juga sering kedatangan tamu dari penyuluh dari provinsi serta poktan2 lainya dari luar daerah, dengan tujuan pembekalan kepada para poktan.(HOMBING)

Rabu, 27 Juli 2016

Silaturahmi Tingkatkan Sinergitas Babinsa Dan Perangkat Desa



   Candimulyo- Ada pepatah mengatakan "sering dan  senang menjalin silaturahmi  akan dilancarkan rezeki dan segala urusannya" ucapan yang demikian ternyata benar adanya, karena dengan adanya saling bertemu serta menjalin komunikasi antar sesama maka urusan serta segala permasalahan akan mudah diselesaikan, termasuk rizki akan menyusul di belakangnya.
   Hal ini juga yang dilakukan oleh salah satu anggota koramil 10 Candimulyo Sertu Sugiyarto dalam acara silaturahmi bersama warga desa binaanya Desa Bateh. mengingat masih suasana idhul fitri maka kesempatan serta momen yang satu ini tidak disia siakan oleh sertu sugiyarto sebagai babinsa desa tersebut untuk saling berma'afan dengan aparat pemerintah desa serta segenap tokoh masyarakat.
   Kegiatan atau dalam istilah tentara disebut (komsos) komunikasi sosial semacam ini menurutnya sangat efektif dilakukan karena disamping bisa mempererat tali persaudaraan juga saling mengenal lebih dekat secara emosional perorangan serta antar pemerintah desa dengan koramil, dengan harapan didalam menjalankan tugas keseharian ada hubungan imbal balik yang positif atau bisa disebut simbiosis mutualisme yaitu kerjasama yang saling menguntungkan antara warga binaan, pemerintah desa serta koramil. sehingga sekecil apapun permasalahan diwilayah tetap bisa terpantau serta bisa dicegah sedini mungkin. semua dimaksudkan agar suasana kondusif akan tercipta dimasyarakat, Tegas Babinsa Sertu Sugiyarto.
   Hal senada di amini oleh Suiz (42) Kepala Desa Bateh atas kerjasama antara Babinsa, Babinkamtibmas, maupun kecamatan dengan pemerintah desanya serta warga desa bateh selama ini sudah berjalan dengan baik bahkan  sudah ada peningkatan, tuturnya,..namun lebih lanjut kepala desa meminta agar Babinsa kalau bisa sering kewilayah desanya supaya masyarakat lebih dekat serta akrab dengan pak Babinsa, karena masyarakat desa bateh rata rata petani desa yang sangat membutuhkan informasi maupun wawasan yang dimiliki oleh babinsa, sehingga warga bateh diharapkan akan lebih maju lagi, pintanya.