Rabu, 27 April 2016

Koramil Tempuran Cek Kadar Air Gabah Di Bulog



Tempuran- Dalam rangka mensukseskan program penyerapan gabah petani(Sergap), Batuud Koramil 22/Tempuran Kodim 0705/Magelang Serma Romadhon menyerahkan contoh gabah kering giling GKG utk  pengecekan kandungan kadar air di Bulog. Selasa (26/4).
Sebelum gabah GKG disetorkan ke bulog, koramil terlebih dahulu menyerahkan contoh gabah yang akan disetorkan untuk dilaksanakan pengecekan kandungan air, karena sesuai standar Bulog kadar air gabah kering giling GKG maksimal 14%,  dan dari hasil pengecekan gabah yang diserahkan mempunyai kadar air kurang dari 14% dari hasil tersebut sehingga  gabah dari Koramil 22/Tempuran termasuk memenuhi syarat dan berkualitas baik.
Serma Romadhon menyampaikan bahwa Koramil 22/Tempuran telah mengirimkan gabah pada penyetoran pertama sejumlah 0.39 Ton, pada penyetoran kedua ini rencananya sejumlah 0,75 Ton deng harga beli Rp 4.600/kg, dengan  adanya program Sergap ini semoga dapat membantu petani dian wilayah.
"TNI selalu siap mendukung program pemerintah dalam hal penyerapan gabah petani untuk dijual ke Bulog, dengan stok gabah yang mencukupi diharapkan harga beras akan stabil sehingga tidak memberatkan rakyat" pungkas Serma Romadhon.

Rakor Program Pembentukan Puskesmas Hipertensi



Muntilan- Anggota Koramil 14/Muntilan Kodim 0705/Magelang Sertu Ahmad Yani, mewakili Danramil 14/Muntilan Kapten Inf Panggih menghadiri Rapat Koordinasi Lintas Sektor dan Program Pembentukan Puskesmas Hipertensi dan Sindrom Metabolik di Pendopo Kecamatan Muntilan.Selasa (26/4)
Upaya kesehatan diselenggarakan melalui upaya kesehatan Puskesmas, peran serta masyarakat, dan rujukan upaya kesehatan. Puskesmas mempunyai fungsi sebagai pusat pengembangan peran serta masyarakat, pusat pembinaan kesehatan masyarakat dan pusat pelayanan kesehatan masyarakat. Dalam rangka membina petugas Puskesmas untuk bekerjasama dalam tim sehingga dapat melaksanakan fungsi Puskesmas dengan baik, telah dikembangkan Program Pembentukan Puskesmas Hipertensi dan Sindrom Metabolik.
Program Pembentukan Puskesmas Hipertensi ini merupakan suatu pertemuan antar petugas Puskesmas dan petugas Puskesmas dengan sektor terkait (lintas sektoral) untuk meningkatkan kerjasama tim, memantau cakupan pelayanan Puskesmas serta membina peran serta masyarakat secara terpadu agar dapat meningkatkan fungsi Puskesmas. Dalam rangka meningkatkan peran serta masyarakat dan dukungan sektor-sektor yang bersangkutan diperlukan penggalangan kerjasama lintas sektor, yang dilaksanakan dalam satu pertemuan. Untuk itu perlu dijelasklan manfaat bersama dari upaya pembinaan peran serta masyarakat dalam bidang kesehatan bagi sektor-sektor yang bersangkutan.
Hadir dalam Rapat tersebut Muspika Kec Muntilan,Kepala Puskesmas II,Perwakilan Bidan desa seKec. Muntilan,Perwakilan Perangkat Desa Se kec Muntilan, Karyawan Puskesmas Muntilan II  dan tamu undangan.
Kapten Inf Panggih Danramil 14/Muntilan dalam sambutannya yang sampaikan Sertu Ahmad Yani mengatakan bahwa tujuan Rapat ini adalah tergalangnya kerjasama lintas sektoral dalam rangka pembinaan dan pengembangan peran serta masyarakat secara terpadu.

Bajak Sawah Gunakan Kerbau




Sawangan.   Babinsa Koramil 12/Sawangan Kodim 0705/Magelang baru baru ini membantu petani olah tanam dengan bajak tradisional di Krogowanan Sawangan. Selasa (26/4).

Swasembada pangan telah di canangkan kini tinggal pelaksanakan yang di lakukan oleh babinsa di tiap tiap koramil di seluruh Indonesia untuk mendampingi petani bersamam sama PPl di tiap tiap desa. Pendampingan oleh Babinsa di lakukan sesuai dengan pelajaran yang di dapat saat pembekalan oleh dinas pertanian dan pengalaman bergabung ke poktan sehingga ilmu yang di dapat dapat berkembang.

Dalam hal pendampingan banyak di lakukan baik dengan teori maupun praktek di lakukan dari tahap penyiapan bibit, penyiapan lahan, penanaman, pemeliharaan, pemupukan serta pemanenan. Pengolahan lahan bisa dilakukan dengan dengan mesin modern seperti traktor dan juga bisa dengan mesin tradisional yaitu bajak yang di tarik oleh kerbau.

Babinsa kali ini harus dituntut bisa menguasai semuanya oleh karena itu babinsa bersama dengan petani belajar bagaimana cara mengolah tanam dengan bajak tradisional yaitu dengan bajak yang ditarik kerabu, karena menurut pemahaman petani desa membajak dengan kerbau lebih baik dari pada dengan traktor, bagi babinsa pemahaman itu tidak menjadi masalah yang penting bagaimana petani bisa menanam padi dengan sedikit ilmu yang di anjurkan oleh dinas pertanian secara bertahap dan berlanjut sehungga nantinya petani bisa memetik hasilnya apabaila cara menanam padi sudah sesuai dengan anjuran dinas pertanian yaitu dengan sistim SRI.
Petanipun merasa senang dengan babinsa yang siap bantu petani karena bisa menambah semangat semangat dalam hal pengolahan lahan.

Puting Beliung Melanda Mertoyudan



Mertoyudan - Angin puting beliung melanda kawasan Dusun Nglerep, Desa Deyangan, Kecamatan Mertoyudan dan mengakibatkan belasan rumah porak poranda. Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut, namun kerugian diperkirakan mencapai jutaan rupiah. Senin (25/4)
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula saat mendung disertai hujan mengguyur kawasan tersebut sekitar pukul 16.30 Wib. 
"Sebelumnya, saya melihat ada ribuan semprang (capung) dan bergerombol. Setelah itu, muncul angin kencang disertai hujan dan menerjang rumah-rumah warga," ujar salah satu warga Dusun Nglerep Rt 01 Rw XI, Desa Deyangan, Makmur (52).
"Saya yang kebetulan juga relawan langsung menginformasikan hal itu melalui HT. Tidak berapa lama, relawan dan anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) datang untuk membantu," tambahnya.
Dikatakannya, angin dengan cepat membuat atap rumah miliknya dan warga lain berhamburan, terutama genting. Melihat hal itu, dia dan warga lain panik menyelamatkan diri. Warga dengan dibantu relawan, BPBD, dan lainnya melakukan pembersihan ranting pohon dan memotong dahan yang menimpa bangunan rumah. Sementara, gotong royong pembersihan sekaligus pemasangan genting yang porak poranda. Korban lainnya, Laksmiyatun (49) mengaku tidak tahu jika rumahnya menjadi korban amukan angin puting beliung.
"Saya baru tahu ketika pecahan tembok menimpa tubuh saya waktu setrika baju. Spontan, saya langsung keluar dan berteriak minta tolong. Saat itu baru tahu kalau pohon rambutan menimpa rumah,” katanya.
Terpisah, Danramil 11/Mertoyudan, Kapten Armed Mashudi Pitoyo bersama anggota mengaku langsung mendatangi lokasi musibah dan melakukan kerja bakti bersama warga, Adapun berdasarkan data sementara, rumah warga yang menjadi korban angin puting beliung mencapai 17 rumah. Yakni milik Rohman (62), Makmur (52), Samsul Huda (59), Kadiran (65), Supriyanto (42), Puput Pujiyono (37), Sumarno (50), Merdikan (62), Saparodin (50), Sumanto (37), Purwadi (42), Dartumi (72), Karsiah (78), Sigit (45), Khodir (64), dan Muhpadi (40). Satu rumah mengalami rusak parah akibat tertimpa pohon rambutan, yakni milik Laksmiyatun (49) warga Dusun Nglerep, RT 04 RW XI, Desa Deyangan.

Siswa SD diajari baris-berbaris oleh anggota TNI




Grabag-Tidak kurang dari 20 siswa kelas 3 Sekolah Dasar Negeri Banyusari Kecamatan Grabag mendapat pelatihan baris-berbaris oleh Serda Azis Fahrudin Babinsa Desa Banyusari yang merupakan anggota Koramil 06/Grabag Kodim 0705/Magelang.Selasa (26).
"Materi ini diberikan mengingat bahwa tujuan baris-berbaris itu sendiri sangat banyak manfaatnya bagi para siswa itu sendiri diantaranya: melatih kedisiplinan, kekompakan, kesabaran dan loyalitas kepada yang memimpin dan masih banyak lagi "ungkap Serda Azis.
Selain materi baris-berbaris juga di beri pengetahuan dasar bela negara, wawasan kebangsaan dan cinta tanah air. Materi-materi ini diberikan kepada siswa-siswi SD mengingat mereka inilah para generasi-generasi muda penerus bangsa sehingga dimulai sejak dini mereka  bisa mengerti dan memahami arti pentingnya pengetahuan tentang Bela Negara. Dengan semangat para siswa SD ini memperhatikan dan mengerjakan sesuai apa yang diperintahkan,dari sikap sempurna , latihan penghormatan , jalan ditempat dan yang lainnya.
Sesuai dengan perintah dari Danramil 06/Grabag Kapten Arm Sudjarwanto bahwa setiap Babinsa yang wilayahnya ada sekolahannya wajib untuk memberikan bekal dan wawasan kepada para siswanya, baik itu di dalam maupun di luar ruangan kelas. Kepala Sekolah SDN Banyusari Imami Purbaningsih, S.Pd (55).
"Terimakasih kepada anggota Koramil mudah-mudahan apa yang diberikan kepada anak didiknya dapat bermanfaat kelak dikemudian hari. Beliau juga mengharap agar kerja sama ini dapat terus berlanjut" tandas Kepsek SDN Banyusari.