Senin, 29 Februari 2016

Arang Sekam Bagus Untuk Media Tanam

Magelang- Pendampingan para Babinsa terus dilaksanakan agar para petani lebih giat lagi terjun ke sawah. Seperti Babinsa Desa Ambartawang Kopda Agus Setiawan anggota Koramil 13/Mungkid Kodim 0705/Magelang melaksanakan pendampingan dalam pembuatan arang sekam untuk media penyemaian padi. Senin (29/2).

Pembuatan media tanam dengan menggunkan sekam padi dibuat di rumah Haryanto warga Dsn Srikuwe Selatan Desa Ambartawang. Adapun bahan yang digunakan untuk pembuatan arang sekam untuk media tanam antara lain: Kulit Padi : 200 Kg, Tabung Seng diameter 25 Cm tinggi 1 m dan skop atau cangkul. Cara pembuatan sekam arang membuat bara api dari serabut kelapa setelah jadi bara api di masukkan ke dalam tabung, kemudian sekam di tuang di luar tabung mengelilibgi tabung membentuk menggunung, diamkan selama ± 6 Jam, setelah sekam berubah warna menjadi hitam arang di aduk sampai merata, kemudian di siram mengunakan air yang sudah di campur dengan pupuk cair organik, diamkan arang sekam tersebut sampai dingin, arang sekam siap digunakan untuk media tanam.

"Bahan yang digunakan mudah dicari disekitar kita, tinggal bagaimana kita ada kemauan apa tidak untuk membuatnya, karena arang sekam bagus untuk media tanam dan bibit yang dihasilkan subur dan batangnya kuat" pungkas Babinsa Desa Ambartawang Kopda Agus Setiawan.

Kodim Magelang Gelar Pembinaan Kesiapan Aparat Kewilayahan

Magelang - Untuk meningkatkan kemampuan Aparat Kowil maka diselenggarakan  kegiatan pembinaan kepada Aparat Satuan Kowil, Kodim 0705/Magelang menyelenggarakan Pembinaan Kesiapan Aparat Kewilayahan dan Kemampuan Teritorial, di Gedung Prajurit Kodim 0705/Magelang, Senin (29/02/2016)

Komandan Kodim 0705/Magelang Letnan Kolonel Arm I Made Gede Antara, S.Sos mengatakan bahwa kegiatan pembinaan ini merupakan progra dari komando atas yang bertujuan untuk menyiapkan personelnya agar mempunyai kemampuan yang memadai guna mendukung tugas pokok sebagai aparat kewilayahan.

Sistem Pertahanan Semesta (Sihanta) merupakan strategi pertahanan negara Indonesia yang didukung oleh Komponen Utama, cadangan dan pendukung.  Komponen Utama yang diperankan oleh TNI khususnya gelar Komando Wilayah (Satuan Kowil) menyelenggarakan pemberdayaan wilayah sesuai dengan amanat UU RI No. 34 tahun 2004 pasal 8 d menyatakan bahwa Angkatan Darat bertugas  “Melaksanakan Pemberdayaan Wilayah Pertahanan di darat”, yang direalisasikan melalui kegiatan Pembinaan Teritorial.

Oleh karena itulah dalam rangka menghadapi era globalisasi yang akan datang, semakin kompleknya permasalahan yang perlu mendapat perhatian dan upaya untuk mengantisipasi tantangan tersebut, Kodim 0705/Magelang melaksanakan pembinaan untuk meningkatkan kemampuan prajuritnya khususnya prajurit yang bertugas di jajaranya.

Binsiap Apwil dan Puanter tersebut adalah untuk meningkatkan kemampuan para prajurit Kodim 0705/Magelang yang diselenggarakan  kegiatan pembinaan kepada Aparat Satuan Kowil dengan materi Sapta Marga, Sumpah Prajurit, 8 Wajib TNI, Visi dan Misi TNI AD, Sikap Teritorial, Lima Kemampuan Teritorial, 3 Metode Binter, Bahaya Terorisme, Netralitas TNI, Kebijakan Pimpinan TNI AD, 4 Pilar Kebangsaan dan Transformasi Binter yang berpedoman kepada UU RI No 3 tahun 2002 tentang Pertahanan Negara (Hanneg), UU RI nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI, yang bertujuan untuk memberdayakan wilayah, menyiapkan segala sesuatunya agar dapat dijadikan sebagai pendukung pertahanan negara di darat dan mewujudkan kemanunggalan TNI-Rakyat; dan

Kegiatan tersebut bertujuan untuk membentuk sikap insan teritorial dengan cara memahami dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam Sikap Teritorial yang benar pada pelaksanaan tugas selaku Aparat Komando Kewilayahan dan memberikan pemahaman tentang Visi dan Misi Binter, 3 Metoda Binter, 5 Kemampuan Teritorial, Sikap Teritorial, 4 Pilar Kebangsaan, Kebijakan Pimpinan TNI AD dan Transformasi Binter, sehingga dapat diimplementasikan di lapangan. Binsiap ini diikuti oleh 333 babinsa di Jajaran Kodim 0705/Magelang, sedangkan pemberi materi adalah para Danramil Jajaran Kodim 0705/Magelang dan Perwira Staf.

Kodim Magelang Gelar Pengobatan Gratis danm Hiburan Rakyat

Magelang - Kodim 0705/Magelang kembali menggelar bakti sosial pengobatan gratis dan hiburan rakyat. Kali ini Kodim 0705/Magelang bekerja sama dengan Indosiar dan Torabika menggelar pengobatan gratis dan hiburan orkes melayu di Lapangan Desa Tuksongo, Borobudur, Minggu (28/02/2016).
Minggu sore hingga malam masyarakat Desa Tuksongo dan sekitarnya berbondong - bondong ke Lapangan Desa Tuksongo untuk memeriksakan kesehatannya. Kegiatan yang dilaksanakan ini merupakan kegiatan sosial yang dilaksanakan oleh Kodim 0705/Magelang, Torabika dan Indosiar.
Walaupun hanya digelar hanya satu hari namun antusias warga cukup tinggi. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya warga yang datang untuk berobat di acara bakti sosial tersebut. Masyarakat yang datangpun bukan hanya dari Desa Tuksongo, namun juga datang dari desa - desa sekitar. Warga yang didominasi oleh ibu-ibu dan balita ini dengan senang hati mengantri giliran untuk diperiksa oleh dokter yang sudah disiapkan oleh penyelenggara.
Kepala Staf Kodim 0705/Magelang Mayor Inf Bambang Wahyudi didampingi Pasiops, Pasiter dan Danramil 19 Borobudur mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Kodim 0705/Magelang, Torabika dan Indosiar terhadap masyarakat.                                                                                       
Selain pengobatan gratis Kodim 0705/Magelang juga memberikan hiburan rakyat berupa orkes melayu  dari Kota Bandung. Walaupun diiringi guyuran gerimis acara hiburan ini pun tetap dipenuhi oleh penonton. Seolah tak memperdulikan cuaca para penonton asyik bergoyang mengikuti irama musik melayu.
Kepala Desa Tuksongo, Turkamun (56) memberikan apresiasi terhadap Kodim, Indosiar dan Torabika yang sudah menyempatkan memberikan pengobatan gratis dan hiburan kepada warganya.
"Ini adalah bentuk kemanunggalan rakyat dengan TNI yang semestiya diteruskan" ujar Turkamun.
Selain pengobatan gratis dan hiburan, penyelenggara juga membagikan berbagai macam hadiah kepada pengunjung yang beruntung.

Hindari Narkoba, Prajurit Kodim Buat Surat Pernyataan

Magelang - Komandan Kodim 0705/Magelang menekankan kepada seluruh anggota baik militer maupun PNS untuk tidak terlibat atau melibatkan diri dengan narkoba. Hal itu ditekankan olehg Dandim 0705/Magelang Letnan Kolonel Arm I Made Gede Antara, S.Sos baru-baru ini.
Dihadapkan seluruh anggotanya, Letkol Made mengatakan bahwa TNI AD tidak akan mentolelir anggotanya yang terlibat dengan barang haram tersebut. Disampaikan pula bahwa saat ini apabila ada anggotanya yang merasa pernah atau masih mengkonsumsi narkoba untuk segera melaporkan untuk selanjutnya menjalani proses penangannan selanjutnya.
"Apabila dihadapan saya ini ada yang merasa pernah mengkonsumsi narkoba segeralah melaporkan diri, daripada nanti ketangkap" tegas Dandim.
Menurut Dandim, apabila ada anggotanya yang melaporkan diri, diperiksa dan dinyatakan posistif maka akan segera berkoordinasi dengan satuan atas untuk proses rehabilitasi.
Dandim tidak main - main dengan masalah yang satu ini. Diperintahkan kepada seluruh Danramil untuk selalu mengecek terhadap anak buahnya.
"saya tidak mau kejadian salah satu anggota kita akan terulang lagi"pungkas Dandim.
Pada kesempatan tersebut personel Kodim 0705/Magelang membuat surat pernyataan untuk tidak terlibat atau melibatkan diri dengan NARKOBA. Seluruh prajurit dan PNS Kodim 0705/Magelang membuat pernyataan tertulids untuk tidak terlibat dan melibatkan diri dengan NARKOBA, termasuk Dandim.

Tanam Pola S.R.I Tingkatkan hasil Panen

Magelang- Kegiatan Upsus bidang pertanian khususnya komoditi padi terus digalakkan guna tercapainya swasembada pangan. Tanam pola SRI (System of Rice Intensification) diaplikasikan dilahan Demlot Koramil 13/Mungkid di Dusun Pare Desa Blondo. Kamis (25/2).

Kegiatan tanam dengan pola SRI dihadiri oleh Kasdim 0705/Magelang, Pasiter dan Danramil 13/Mungkid Kapten Arm Suryo yang menanam di lahan Demlot seluas 1000 m2  Koramil 13/Mungkid dengan varietas Rojolele.

S.R.I. adalah teknik budidaya padi yang mampu meningkatkan produktivitas padi dengan cara mengubah pengelolaan tanaman, tanah, air, dan unsur hara. Metode S.R.I. ini terbukti telah berhasil meningkatkan produktivitas padi sebesar 50 % bahkan di beberapa tempat mencapai lebih dari 100 %.Teknik S.R.I. ini telah berkembang di 36 negara termasuk Indonesia. Dalam budidaya padi metode S.R.I. ini ada beberapa prinsip yang menjadi ketentuan yaitu  tanam bibit muda berusia kurang dari 12 hari setelah sebar (hss) ketika bibit masih berdaun 2 helai. tanam bibit satu lubang satu batang dengan jarak tanam biasa 25 Cm x 25 Cm, 30 Cm x 30 Cm atau legowo 2, pindah tanam harus hati-hati karena batang masih lemah dan akar tidak putus dan ditanam tidak dalam,  Pemberian air maksimal 2 Cm dengan cara intermitten (berselang), penyiangan sejak awal pada umur 10 hari dan diulang sampai 3 kali dengan interval 10 harian, upayakan menggunakan pupuk organik.Kelebihan S.R.I. dibandingkan dengan tanam padi secara biasa petani (konvensional) adalah tanaman hemat air, hemat biaya benih,  hemat waktu karena panen lebih awal,  produksi bisa meningkat.

"Dengan pola baru ini diharapkan hasil panen bisa meningkat karena pola ini sudah diterapkan dibeberapa negara dan berhasil, jadi pola ini sudah diriset oleh kementrian pertanian dengan struktur tanah di Indonesia, asal petani menurut apa yang disampaikan oleh PPL dan mantri tani Insya Allah pola ini akan sukses" pungkas Kasdim 0705/Magelang  Mayor Inf Bambang Wahyudi.

Senin, 22 Februari 2016

Wawasan Kebangsaan dan Cinta Tanah Bagi Murid SD

Ngablak- Danramil 07/Ngablak Kodim 0705/Magelang Kapten Inf Untung Hardjanto menjadi pembina upacara di SDN Magersari di lanjutkan dengan memberikan materi wawasan kebangsaan kepada para murid bertempat di Aula SDN Magersari yang diikuti oleh 100 murid. Senin (22/02)
Dewasa ini di mana segala bentuk informasi dapat di peroleh dengan sangat mudah tentunya membawa dampak yang sangat komplek baik yang positif ataupun negatif, hal tersebut menjadi salah satu pertimbangan Danramil 07/Ngablak memberikan materi wawasan kebangsaan di kalangan pelajar dari tingkat SD sampai SMA di wilayah Kecamatan Ngablak, agar para pelajar tidak melupakan sejarah,budaya dan idiologi Pancasila serta lebih  mencintai tanah air.
Dalam kesempatan tersebut Kapten Untung Hardjanto menyampaikan penekanan kepada siswa "kita sebagai warga negara harus tahu sejarah yang benar tentang perjuangan Bangsa Indonesia, punya rasa cinta tanah air, jiwa Patriotisme, menghargai perbedaan budaya, adat istiadat, termasuk menghargai perbedaan agama di Indonesia. Sebagai insan yang berpendidikan di harapkan para siswa bisa menjadi contoh bagi masyarakat sekitar. Pemuda adalah tulang punggung dan generasi penerus bangsa dengan cara belajar lebih giat untuk mencapai prestasi yang setinggi-tingginya, jauhi segala bentuk-bentuk tindakan anarkis seperti tawuran, miras dan narkoba. Berbuatlah yang terbaik  karena adik-adik adalah generasi penerus Bangsa agar dapat menggapai cita-cita yg di inginkan sehingga dapat menjadi kebanggaan orang tua  dan dapat mengharumkan nama bangsa dan negara",ujar Danramil.
Dengan kegiatan ini, diharapkan pola pikir dan jiwa nasionalisme serta semangat juang dapat tertanam kuat di jiwa para pelajar, generasi dengan patriotisme yang tinggi dan cinta tanah air adalah modal membangun bangsa yang kuat dan bermartabat" demikian Kapten Untung mengakhiri sambutannya.

Sekolah Lapang Pengembangan Pertanian Organik

Magelang - PPL, Koramil 15 Dukun dan Poktan Ngudi Makmur 1 Dusun Wuni Desa Sewukan selenggarakan Sekolah Lapang Agribisnis Pengembangan Pertanian Organik di Dusun Wuni Sewukan, Senin (22/02/2016).

Kegiatan sekolah lapang yang dijadwalkan mulai tanggal 22 sampai dengan 25 Pebruari 2016 diikuti oleh para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Ngudi Makmur 1 Dusun Wuni Desa Sewukan Kecamatan Dukun. Sekolah Lapang yang dilaksanakan tersebut merupakan salah satu upaya dari Anita Widiastuti, A.Md petugas penyuluh dari BPPPK Kecamatan Dukun untuk memberikan cara-cara pembuatan pupuk organik cair dengan menggunakan mikro organisme lokal.

Pupuk organik cair yang dibuat oleh Poktan Ngudi Makmur 1 tersebut adalah pupuk yang menggunakan bahan baku yang mudah didapat disekitar kita. Sekilah Lapang yang dilaksanakan di Sewukan ini membuat pupuk cair yang mengandung unsur Nitrogen, Phospat dan Kalium. Unsur-unsur tersebut merupakan unsur yang sangat dibutuhkan oleh tanaman.

Para peserta sekolah lapang mendapat pelajaran cara membuat pupuk organik cair yang diberikan oleh Anita Widiastuti, A.Md, PPL  dari BPPPK  Dukun. 

Pupuk Organik Cair dengan mikro organisme lokal dengan bahan baku kulit nanas merupakan pupuk cair mikro organisme lokal yang mengandung nitrogen. Pupuk tersebut sangat baik untuk memacu pertumbuhan tanaman pada tahap awal. Pupuk ini baik digunakan saat pengolahan tanah sampai tanaman usia muda yang berumur sampai dengan 10, 20,30 atau 40 hari setelah tanam. Bahan baku selain kulit nanas bisa juga menggunakan pepaya, limbah sayuran dan rebung serta keong mas (siput).

Selanjutnya adalah pupuk dengan mikro organisme lokal yang mengandung unsur phospat. Pupuk ini sangat baik untuk  pembungaan atau pembuahan pada tanaman. Untuk membuat pupuk ini para peserta menggunakan bahan baku dari nasi sisa (sego wadang), daun bambu kering, bonggol pisang dan kulit buah coklat. Namun karena bahan baku kulit buah coklat sulit didapat, maka petani Sewukan jarang tidak menggunakannya sebgai bahan baku pupuk MOL. Pupuk ini igunakan masa pertumbuhan vegetatif / 50 hari setelah tanam.

"Bonggol pisang dicacah kemudian dicampur dengan tetes tebu sampai tumbuh jamur.
Kemudian dicampur air. Air yang mengandung mikro organisme lokal itulah yg dipake utk pemupukan" ujar Anita. Anita Widiastuti, AMd merupakan lulusan Diploma Tekhnologi Pertanian UGM.

Sabut kelapa merupakan bahan baku untuk membuat pupuk MOL yang mengandung  Kalium. Sabut kelapa ditumbuk kemudian direndam dalam air dan ditambah tetes tebu, direndam selama ± 7 hari. Sau buah sabut kelapa yang sudah ditumbuk direndam dengan 5 liter air dan dicampur seetengah gelas tetes tebu. Jenis pupuk MOL ini merupakan pupuk yang berfungsi untuk penguatan tanaman agar tahan penyakit dan hama.
Selain itu, masih kata Anita, bahwa sekolah lapang ini juga membuat pestisida nabati yang terbuat dari rempah rempah untuk mencegah dan mengendalikan hama.

Edi Kusnawan, ketua poktan Ngudi Makmur 1 mengatakan bahwa MOL ini sudah dibuktikan pada tanaman padi dilahan percontohan yang dibuat di Dusun Wuni.  Dua petak sawah dengan luas 0,2 hektar milik Suwandi dan Mardi.

Dari hasil panen dilahan percontohan tersebut diperoleh 6,7 ton gabah kering panen. Hasil ini merupakan hasil yang cukup bagus dibanding dengan panen sebelumnya.

"Dengan MOL ini panen bisa lebih cepat waktunya" ujar Edi Kusnawan.

Di temui di depan balai desa, Kencuk Dedy Riswanto Kepala Desa Sewukan mengatakan bahwa sekolah lapang ini sangat bermanfaat bagi para petani. Karena setelah mampu membuat pupuk MOL sendiri petani akan lebih irit dalam pembiayaannya.

Minggu, 21 Februari 2016

Babinsa Hadiri Pertemuan Rutin Linmas

Magelang- Untuk mempererat tali silaturakhim dan 
kemanunggalan TNI-Rakyat bertempat di Balai 
Kelurahan Potrobangsan dilaksanakan pertemuan rutin Linmas Kelurahan Potrobangsan Kecamatan
Magelang Utara. Kegiatan ini secara rutin dilaksa nakan dengan tujuan untuk lebih mengakrabkan
sesama anggota Linmas dengan perangkat dan 
TNI-Polri.  Minggu (21/2).  


Pertemuan rutin ini bertujuan untuk mengakrabkan silahturakhim dan pembinaan komunikasi sosial dengan masyarakat. Acara dihadiri oleh Kabag Pemerintahan Kelurahan Potrobangsan , Babinkamtibmas, Kasitrantib serta Kepala Kelurahan Potrobangsan, dari Koramil di wakili oleh Babinsa ( Sertu Sutikno ) dan anggota Linmas  sebanyak 25 orang.

Kasitrantib dan Polsek menyampaikan bahwa akhir akhir ini para pelaku kejahatan semakin berani menjalankan aksinya di wilayah Magelang, seperti kejadian pencurian motor dan penjambretan. Untuk itu Babinkamtibmas dan Bbainsa mengajak untuk meningkatkan kewaspadaan dan meningkatkan kegiatan ronda malam. Apabila ada orang asing wajib ditanyakan identitas dan apa keperluanya. Apabila ada konflik atau permasalahan harap disampaikan kepada ketua RT, kemudian ketua RW dan selanjutnya disampaikan ke Kasi trantib atau bisa langsung ke Polsek dan Koramil, Babinsa Koramil  23 Magelang Utara menambahkan "akhir-akhir ini telah bermunculan  kelompok-kelompok agama yang berusaha mendekatkan diri ke masyarakat dengan maksud-maksud tertentu yang mementingkan kelompoknya sendiri. Maka kelompok ini perlu mendapatkan perhatian kita semua jangan sampai  anak-anak kita dipengaruhinya hingga masuk dalam dunia kesesatan. Mari kita rapatkan barisan untuk mengantisipasi hal tersebut dan bekali anak anak kita dengan pengetahuan agama yang kuat sehingga tidak akan terpengaruh hasutan atau paham sesat yang mempengaruhinya" pungkas Sertu Sutikno.

Cegah Longsor, Lereng Andong Dihijaukan

Grabag - Danramil 06/Grabag Kodim 0705/Magelang Kapten Arm Sudjarwanto memimpin secara langsung kegiatan penghijauan  Lereng Gunung Andong yang diikuti oleh Muspika Kecamatan Grabag, SAR dan Warga Tirto Kecamatan Grabag, Sabtu ( 20/02/2016)
Sebanyak 25 orang anggota SAR berbaur bersama warga Desa Tirto Kec Grabag dalam kegiatan penghijauan yang dimotori oleh Koramil 06 Grabag. Kegiatan penghijauan ini sengaja difokuskan di sekitar lereng Gunung Andong  mengingat daerah ini rawan longsor. Adapun jenis tanaman diantaranya pohon trembesi, pohon asam jawa dan pohon jati. Pohon jenis ini sangat cocok untuk mengikat tanah agar tidak mudah longsor di musim penghujan selain itu juga berfungsi untuk menyimpan air.
Danramil 06 Grabag berpesan kepada warga Desa Tirto agar tanaman ini selalu dijaga dan dirawat agar tumbuh menjadi besar dan ada manfaatnya dikemudian hari.
"Saya minta tolong kepada warga disini untuk merawat dan memelihara tanaman ini, agar bisa tumbuh dengan subur. " ujar Perwira yang berkumis tebal.
Lilik Herlina, Kepala Desa Tirto sangat berterima kasih kepada yang terlibat kegiatan penghijauan ini terutama kepada anggota Koramil 06/Grabag yang sengaja meluangkan waktunya dan tenaganya untuk dapat memberikan dan mempersembahkan yang terbaik kepada warganya yg berada dilereng Gunung Andong beliau berharap kegiatan penghijauan ini kedepan agar sering dilakukan untuk memberikan rasa aman bagi warganya.
"Terima kasih atas terselenggaranya penghijauan ini, semoga bermanfaat kelak" Ujar Herlina. 

Materi Tali-Temali Diberikan Kepada SAR Grabag

Magelang- Dalam upaya meningkatkan kemampuan dan ketrampilan anggota Team SAR pada kesempatan ini anggota Koramil 06/Grabag Kodim 0705/Magelang  Serma Sujatun dan Serka Edy Suryanto  memberikan pembekalan tali temali atau pionir kepada 25 orang anggota team SAR Kecamatan Grabag. Sabtu (20/2).
Basarnas mempunyai tugas pokok melaksanakan pembinaan, pengkoordinasian, dan pengendalian potensi SAR dalam kegiatan SAR terhadap orang dan material yang hilang atau dikhawatirkan hilang atau menghadapi bahaya dalam pelayaran dan/atau penerbangan, serta memberikan bantuan dalam bencana dan musibah lainnya sesuai dengan peraturan SAR nasional dan internasional. Secara jelas tugas dan fungsi SAR adalah penanganan musibah pelayaran dan/atau penerbangan, dan/atau bencana dan/atau musibah lainnya dalam upaya pencarian dan pertolongan saat terjadinya musibah. Penanganan terhadap musibah yang dimaksud meliputi 2 hal pokok yaitu pencarian (search) dan pertolongan (rescue).
Materi ini sengaja diberikan mengingat team SAR mempunyai tugas yang tidak mudah. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan di sekitar Kantor Koramil 06/Grabag agar pelatih lebih mudah untuk mengawasinya. Ketua team SAR Kecamatan Grabag Budi Rahartono sangat berterimakasih kepada anggota Koramil yang selama ini secara suka rela memberikan pelatihan baik fisik , mental dan pelajaran lainnya yang dapat mendukung tugas-tugas anggotanya di lapangan.
"Kami dari Koramil 06/Grabag dengan senang hati memberikan materi ini karena team SAR adalah mitra kami, apabila ada bencana alam team SAR juga langsung terjun ke lapangan sehingga bisa meringankan tugas TNI, oleh karena itu kami juga mengucapkan terima kasih atas kerelaan dari team SAR yang mau bekerja sama dengan kita" pungkas Serma Sujatun. 

Werving Penerimaan TNI di SMA N 1 Magelang

Magelang- Kodim 0705/Magelang menggelar sosialisasi dalam rangka penerimaan calon Taruna/Taruni, Bintara PK, Tamtama TNI-AD 2016 di SMA Negeri 1 Magelang. Sosialisasi ini diikuti oleh 200 siswa-siswi kelas XI dan XII. Penyaji materi Pasi Pers Korem 072/Pamungkas Mayor Inf Fatkhan yang didampingi oleh Pasi Pers Kodim 0705/Magelang Kapten Inf Sunarto dan Danramil 01/Magelang Selatan Mayor Inf Joko Nugroho. Sabtu (20/2)

Mengawali kegiatan sosialisasi tersebut terlebih dahulu memutar video kegiatan rekrutmen calon TNI, pelaksanaan pendidikan hingga pendidikan kejuruan atau yang disebut kecabangan dalam lingkungan TNI AD, serta menerangkan dan menjelaskan untuk menjadi Prajurit TNI. Tujuannya adalah untuk memperkenalkan TNI, agar menambah wawasan serta pengetahuan para Siswa/Siswi agar dapat tertarik dan memiliki minat untuk bergabung menjadi Prajurit TNI. Para siswa dan siswi cukup antusias merespons sosialisasi tersebut.

Pasi Per Korem 072/Pamungkas memaparkan soal proses penerimaan calon Prajurit TNI AD dan tata cara penerimaan calon Anggota TNI serta tentang syarat-syarat untuk menjadi Taruna/Taruni Akmil maupun Secaba dan Secata, baik persyaratan adminitrasi maupun fisik Jasmani serta Tes Akademi. Test akademik terbagi dalam beberapa tahap diantara test psikologi, mentak ideologi dan pengetahuan umum. Sedangkan test jasmani juga terbagi dlam beberapa tahap yakni lari, sit up, push up, pull up dan renang dan proses penerimaan calon prajurit TNI tidak dipungut biaya sepeserpun.

“Apabila dalam proses rekrutmen TNI ada oknum yang menjadi calo dan mengaku bisa meluluskan dan meminta sejumlah uang, segera lapor ke kami, Itu adalah penipuan dan dapat dipidana,” tegas Pasi Pers Korem.

Adapun pendaftaran untuk wilayah Jawa Tengah dan DIY bertempat di Kodam IV/Diponegoro yakni Ajendan IV/Dip dan Ajenrem di tiap-tiap Korem dari 071 sampai dengan Korem 074.
Pebdaftaran juga bisa melalui media internet melalui alamat www.rekrutmentni.mil.id.

 "Dengan adanya sosialisasi penerimaan TNI semacam ini kami bisa lebih mengerti TNI dan paham tata cara mendaftar sampai dengan tahap-tahap test penerimaan, kami akan memberitahukan kepada orang tua siapa tahu mereka mendukungnya" pungkas Vio siswa kelas XII SMA N 1 Magelang. 

Koramil Mungkid Laksanakan Pemeliharaan Pohon Pelindung



Magelang - "Penghijauan yang dilaksanakan oleh Kodim 0705/Magelang dan seluruh jajarannya merupakan salah satu upaya untuk mencegah memburuknya kondisi lingkungan akibat pemanasan global". Hal itu disampaikan oleh Komandan Koramil 13 Mungkid  Kapten Arm Suryo Wibowo pada apel pemeliharaan tanaman pohon pelindung di Korami 13 Mungkid, Minggu (21/02/2016).


Penghijauan  di Dusun Treko 4 Desa Treko Kecamatan Mungkid pada lahan seluas kurang lebih 2000 M² dengan jenis bibit pohon jati, suren dan mahoni. Bibit pohon tersebut merupakan bantuan dari Kodim 0705/Magelang bejkerjasama dengan BP DAS SOP.
Pemanasan global kini bukan lagi isu lingkungan, melainkan fakta nyata masalah lingkungan yang  sedang terjadi. Pemanasan global menyebabkan siklus pergantian musim  menjadi sulit diprediksi. Fakta nyata dari pemanasan global ini ditandai dengan musim kemarau yang menyebabkan kekeringan dan curah hujan yang tinggi menyebabkan banjir.
Aksi nyata yang dilakukan oleh Kodim 0705/Magelang tersebut dapat mencegah memburuknya kondisi lingkungan akibat pemanasan global adalah dengan memelihara dan menjaga lingkungan alam saat ini.   Untuk penghijauan  skala mikro yaitu penghijauan untuk perkotaan/tingkat kabupaten. Masalah lingkungan seperti memburuknya kualitas udara perkotaan dan masalah air bersih disebabkan karena memburuknya kondisi daerah resapan air.
Daerah resapan air seharusnya menjadi zona hijau kini berubah fungsi menjadi kawasan terbangun. Jumlah luas perubahan lahan resapan menjadi terbangun menyebabkan pemanasan. Pemanasan ini meningkatkan suhu panas dalam kota, sehingga penggunaan air conditioner dalam gedung semakin bertambah.
Penghijauan lahan kritis dan gersang adalah aksi nyata menyelamatkan kondisi lingkungan yang terus memburuk. Melalui penghijauan, masalah lingkungan seperti banjir, kesulitan air bersih, dan polusi udara frekuensi dampak lingkungannya semakin berkurang. Penghijauan salah satu cara mudah menyelamatkan lingkungan. Mempertahankan zona hijau dengan melakukan penghijauan/gerakan hijau akan memperbaiki kualitas lingkungan dan kehidupan mahluk hidup. Berikut ini adalah beberapa manfaat dari penghijauan : Penghijauan untuk mencegah banjir, menjaga kualitas air tanah dan mengurangi polusi udara.
Pemeliharaan pohon pelindung yang dilaksanakan oleh Kodim 0705/Magelang dan jajaranya merupakan upaya nyata untuk menyelamatkan kondisi lingkungan. Hal itu dilakukan karena semakin banyaknya lahan hijau di Magelang yang sudah berubah fungsi.(hombing)

Kamis, 18 Februari 2016

Babinsa dan PPL Turun ke Sawah Tanam Padi

Magelang- Babinsa Desa Gondang Serka Saefudin anggota Koramil 13/Mungkid Kodim 0705/Magelang mendampingi petugas PPL dan masyarakat Dusun Kebon Dalem Desa Gondang Kecamatan Mungkid dalam pelaksanaan tanam padi jenis Ciherang. Jum'at (19/2)

Penanaman padi jenis Ciherang ini ditanam di lahan seluas 4000 m2 milik Mustofa Warga Dusun Kebon Dalem Desa Gondang. Acara tanam dihadiri PPL dan mantri pertanian dari UPT Pertanian Kecamatan Mungkid. Sebagai upaya peningkatan hasil panen padi maka berbagai instansi dilibatkan untuk tercapainya swasembada khususnya padi tingkat nasional. TNI khususnya dan Dinas Pertanian dikerahkan untuk terjun langsung mendampingi petani agar lebih giat terjun ke sawah dan dari Dinas Pertanian memberikan pembekalan tentang cara bertani padi yang baik dan benar. Dimulai dari pengolahan lahan, penanaman bibit, pemberantasan hama/OPT, panen sampai dengan pasca panen. Semua pengetahuan diberikan kepada para petani dengan tujuan hasil panen bisa maksimal sehingga kesejahteraan petani meningkat.

"Kita sebagai Babinsa bersama PPL dan mantri tani tak pernah lelah untuk senantiasa mendampingi petani agar mereka giat turun sawah untuk menanam padi, semua ini dilakukan semata-mata untuk kesejahteraan petani apabila hasil panen meningkat otomatis kesejahteraan juga meningkat" tandas Serka Saefudin.

Rabu, 17 Februari 2016

Sersan Mustamid Bantu Petani Mengendalikan Gulma Tanaman Padi



 Magelang - Babinsa Koramil 23/Magelang Utara Kodim 0705/Magelang Serda Mustamid, membantu petani membersihkan gulma di lahan persawahan padi milik Muhroji (58), warga Sambung Kelurahan Kramat Utara, Kamis (18/02/2016).
Gulma adalah salah satu kendala utama dalam memperoleh hasil yang tinggi dalam budidaya padi sawah. Persaingan gulma dengan padi dalam masa pertumbuhan hingga masa pematangan sangat besar sekali pengaruhnya terhadap penurunan hasil panen.
Gulma dapat menurunkan hasil panen karena adanya persaingan antara gulma itu sendiri dengan padi, dalam pengambilan unsur hara, air dan cahaya. Di samping itu ada beberapa gulma yang dapat dijadikan tanaman inang oleh hama dan penyakit tanaman padi, sehingga kalau kita membiarkan gulma tumbuh tanpa dikendalikan, jelas kerugian akan kita dapatkan termasuk kerugian akibat peledakan hama dan penyakit.
Pengendalian gulma padi sawah, umumnya sudah dilakukan oleh para petani, baik dengan penggunaan tenaga manusia (penyiangan tangan) dengan peralatan khusus (landak/gasrok) ataupun cara kimiawi dengan penggunaan herbisida.
Cara pengendalian dengan penyiangan tangan, sekarang ini sudah jarang sekali dilakukan karena adanya keterbatasan tenaga penyiang, terlebih-lebih untuk daerah-daerah yang sulit mendapatkan tenaga kerja. Demikian juga penyiangan dengan alat (landak) di beberapa tempat juga sudah ditinggalkan mengingat penggunaan alat ini juga memerlukan banyak tenaga dan kadang-kadang juga bisa mengakibatkan kerusakan pada perakaran padi yang sedang tumbuh.
Mengingat adanya gerakan pemerintah tentang peningkatan produksi padi, Sersan Mustamid Babinsa Koramil 23 Magelang Utara mengajak para petani di wilayah binaannya untuk  lebih rutin dalam merawat dan memelihara tanaman padi, termasuk dalam mengendalikan gulma.

Komandan Koramil 23/Magelang Utara Mayor Czi Suharto, mengatakan, dengan adanya babinsa turun ke sawah untuk pendampingan petani, maka diharapkan para petani akan lebih bersemangat dalam mengolah lahan pertaniannya sehingga memperoleh hasil yang  maksimal.(Hombing)