Minggu, 27 Desember 2015

TINGKATKAN LUAS TANAM, TRANSPLANTER DIGUNAKAN DI MAGELANG


Magelang - Upaya percepatan tanam sebagai upaya peningkatan capaian luas tanam guna meningkatkan produksi pangan nasional terus dilaksanakan. Berbagai kegiatan sudah dilaksanakan oleh Distanbunhut Kabupaten Magelang, BPPKP Kabupaten Magelang dan Kodim 0705/Magelang. Seperti yang dilaksanakan di areal persawahan Dusun Krandegan Desa Tempurejo Tempuran. Di areal persawahan ini dilaksanakan percepatan tanam baik secara manual maupun dan dengan transplanter, Senin (28/12).
Kepala Bidang Ir. Eko Widi Hermanto menjelaskan 18 Rice Transplanter yang sudah dibagikan ke berbagai kecamatan hendaknya dimanfaatkan secara maksimal. Penggunaan mesin ini diharapkan mampu membantu upaya percepatan tanam, mengingat saat ini tenaga untuk tanam padi sudah sangat minim.
Lahan seluas ± 40 ha di wilayah Dusun Krandegan, Desa Tempurejo digunakan sebagai area pencanangan tanam serentak baik secara manual maupun tanam menggunaka Rice Transplanter.  Penggunaan rice tlansplanter tersebut merupakan tindak lanjut dari upaya peningkatan produksi pangan.
Koordinator BPPK Tempuran H. Gunawan EP, S.P menjelaskan bahwa dengan SRI (Sistem of Rice Intensification) diharapkan akan mampu meningkatkan produksi padi, dengan mengoptimalkan tiga unsur yang ada yaitu pengelolaan tanah, air dan udara.
Masih menurut H Gunawan  Kelompok Tani Mrih Raharjo pada tahun ini menerima bantuan optimasi lahan seluas 20 Ha. Bantuan yang berbentuk benih dan pupuk organik, NPK dan pupuk cair. Bantuan dengan sumberdana APBN tersebut diserahkan oleh Ir. H Eko Widi Hermanto (Distan) dan M Taufik (Sekcam Tempuran) kepada Zubedi, Ketua Kelompok Tani Mrih Raharjo
Slamet Harmono (54), merupakan salah satu petani yang mengikuti pelatihan penggunaan Rice Transplanter di Klaten mengutarakan bahwa sebenarnya tidak sulit untuk mengoperasionalkan mesin tersebut. Hanya saja benih yang disiapkan harus benar sesuai. Benih yang disiapkan dalam pray (baki/tempat penyemaian). Yang perlu diperhatikan adalah pada penyiapan benih ini harus menggunakan pupuk organik. Penyiapan benih dengan menggunakan pray sebenarnya tidak ada bedanya dengan persemaian biasa. Hanya saja kalau penyiapan benih menggunakan pray tidak perlu memerlukan banyak air. Cukup media tanam tersebut dijaga kelembabannya.
“Dengan mesin ini kita bisa menanam padi seluas satu hektar dalam waktu 4 jam” ujar Slamet.
Padi jenis Mikongga yang ditanam di area ini diharapkan bisa dipanen pada bulan Maret yang akan datang, dengan harapan bisa menghasilkan 8 ton padi setaip hektarnya.

Setelah acara tanam padi, dilaksanakan dialog pertanian antara petani, poktan, BPPKP dan Distanbunhut. Pada kesempatan tersebut dibahas berbagai upaya untuk peningkatan produksi pangan guna mencapai pencapaian swasembada pangan.

Minggu, 20 Desember 2015

Koramil 11/Mertoyudan, PPL Dan Mahasiawa Melaksanakan Kerja Bakti



Magelang- Untuk membina hubungan baik Koramil 11/Mertoyudan dengan, BP2KP Kecamatan Mertoyudan dan Mahasiswa Pertanian STTP Tegalrejo diselenggarakan kegiatan kerja bhakti. Kegiatan bhakti TNI diantaranya Kerja bhakti yang melibatkan instansi lain. Minggu (20/12).

Kegiatan ini sebagai kesinambungan antara TNI, BP2KP dan STTP untuk mensukseskan program Upsus ketahanan pangan untuk menuju swasembada pangan. Sasaran kerja bhakti Kantor BP2KP Kecamatan Mertoyudan yang diikuti personel dari Koramil 6 orang, PPL 8 orang dan Mahasiswa STTP Tegalrejo sebanyak 25 orang dengan sasaran pembersihan pangkalan dan penyiapan media tanam.

”Kegiatan kerja bhakti ini disamping mengakrabkan dengan instansi lain juga bisa digunakan sarana untuk mengaplikasikan dilapangan ilmu yang didapat dari sekolah” ucap Danang Dwi Atmojo Mahasiswa Semester Satu STTP Tegalrejo.Dari koordinator PPL Supranti, S.PKp juga mengucapkan banyak terima kasih kepada Danramil 11/Mertoyudan Kapten Inf Suparna beserta anggotanya yang dengan sukarela membantu membenahi Kantor BP2KP dan penyiapan media tanam. Kegiatan ini sebagai sarana mengakrabkan PPL, Babinsa dan Mahasiswa untuk selalu berkoordinasi dalam rangka tugas pendampingan kepada petani yang merupakan tugas bersama”demikian Supranti, S.PKp mengakhiri sambutannya.

Tanam Pohon di Pelindung Area Pemakaman Umum



 
Magelang-Dalam rangka mendukung program pemerintah soal penghijauan, Kodim 0705/ Magelang beserta jajaranya termasuk salah satunya Koramil 10/Candimulyo melakukan penanaman pohon diarea pemakaman sebanyak 100 batang tanaman yang terdiri dari 4 jenis tanaman antara lain mahoni sengon, asam jawa dan jati putih.
“Jenis pohon yang kami tanam antara lain mahoni 40 batang, sengon 40 batang, asam jawa 10 batang, jati putih 10 batang,”papar Babinsa Desa Tembalang, Serka Juwairul Hidayat.
Dikatakan Jawairul, sebelum  dilakukan penanaman pohon di area makam, terlebih dulu dirinya melakukan koordinasi dengan aparat desa setempat, namun dari hasil koordinasi tersebut ternyata ada makam yang tidak boleh ditanami pohon dengan alasan tertentu. “Dari aparat desa tidak boleh menanami pohon dimakam akhirnya saya berkoordinasi dengan Suradi (55) kaum/pengurus makam Dusun Tembelang Wetan, yang akhirnya memeperbolehkan untuk menanami pohon,”terangnya
Dijelaskan Jawairul jika sebagai bagian dari satuan Koramil 10 dirinya harus mengerti tugas pokok kewilayahan dan perkembangan situasi di wilayahnya. Maka dalam hal tersebut, program penghijauan salah satunya mnjadi program yg dipilih oleh pemerintah saat ini.  “Mengingat pda saat musim kemarau banyak daerah Desa Tembelang yang kekeringan dan tandus, bahkan kekurangan air  untuk konsumsi dan kebutuhan sehari-hari,”terangnya.
Melihat kondisi kurangnya air pada musim kemarau, dirinya merasa terpanggil untuk melaksanakan dan mensukseskan program penghijauan dari pemerintah. Ada alasan tersendiri kenapa tempar pemakaman umum menjadi salah satu tempat kegiatan penghijauan. Menurut Jawairul pemakaman umum tempat yang aman dari pembalakkan liar. “Jika makam kelihatan rindang tidak tandus, maka hasilnya bisa dinikmati oleh warga sekitar pemakaman tersebut,”tandasnya. (Sihombing)


Koramil 06/Grabag Latih DKR



Magelang- Kegiatan Pramuka disekolah termasuk ekstrakurikuler, kegiatan ini banyak manfaat yang didapat diantaranya menambah rasa nasionalisme dan melatih kedisiplinan. Untuk mencapai itu Koramil 06/Grabag mengadakan pelatihan kepada Dewan Ambalan dan Dewan Ranting Pramuka (grabag, Pakis, secang dan Windusari) dengan materi PBB.Minggu(20/12).
Penyaji materi PBB dari Koramil 06/Grabag Serma Sujatun dan Serka Susilo. Kegiatan ini  diselenggarakan di SMK Islam Sudirman Grabag. Pelatihan PBB diikuti oleh 48 siswa Pramuka dari masing-masing perwakilan sekolah. Kegiatan  dimulai mulai pukul 5.00 amapi dngan 17.00 WIB berjalan dengan tertib dan aman. Kegiatan pelatihan PBB bagi Pramuka ini dimaksudkan untuk melatih disiplin, menumbuhkan rasa nasionalisme dan menumbuhkan rasa cinta tanah air.
“Terima kasih kepada TNI khususnya Koramil 06/Grabag yang mau dengan sukarela melatih  PBB kepada anak didik kami, semoga kegiatan ini bermanfaat bagi mereka di kemudian hari” ujar Sigit Yulianto, SPd selaku guru pendamping