Sabtu, 21 November 2015

PERESMIAN WISATA KOLAM RENANG BLEDER


Magelang -  Sabtu tanggal 21 November 2015,Kolam renang yang bertempat di daerah wisata telaga Bleder Kecamatan Grabag Kabupaten Magelang diresmikan.  Adapun tujuan dibuat kolam renang disekitar telaga Bleder tersebut tidak lain untuk memikat para wisatawan baik manca maupun domestic agar lebih tertarik sehingga bisa menambah income/pendapatan daerah khususnya dari segi pariwisata. Lebih menarik lagi dalam acara persemian tersebut dimeriahkan kesenian daerah yaitu kuda lumping salah satu kesenian  khas dari daerah Magelang
Memasuki kawasan wisata Telaga Bleder, terhampar pemandangan apik berupa telaga yang cukup luas dan dikelilingi oleh tembok beton yang cukup tinggi. Pada sebuah sudut terlihat pemandangan bangunan pemukiman warga yang saling berhimpit. Di sisi lain kita bisa melihat pemandangan telaga dengan latar Gunung Andong dan bukit kecil yang ada di dekatnya. Meskipun ukuran Telaga Bleder tidak luas dan hanya beberapa hektar saja, pemandangan terlihat cukup indah dan menarik.
Beberapa gazebo yang disediakan masih dalam kondisi baru dan belum mengalami kerusakan. Di sebuah titik strategis dibangun untuk bangunan toilet yang disediakan untuk pengunjung warung. Area daratan di kawasan wisata Telaga Bleder ini tidak luas sehingga tidak sampai lima menit kami sudah berkeliling di setiap sudut tepi telaga. Taman-taman yang dibangun di tepi telaga tertata rapi dan cukup terawat dengan baik. Suasana tepi telaga yang cukup rindang dan bersih ini memang cocok digunakan sebagai tempat piknik keluarga.
Akhirnya kami akhirnya kunjungan ke Telaga Bleder ini. Secara Telaga Bleder merupakan wisata pelengkap bagi obyek wisata utama di sekitar kecamatan Grabag ini yaitu Air Terjun Sekar Langit dan Pemandian Candi Umbul. Meskipun belum lama dibuka dan dikembangkan sebagai kawasan wisata, Telaga Bleder mampu menjadi kawasn wisata yang menarik banyak wisatawan meskipun saat ini masih sepi pengunjung. Masih banyak potensi Telaga Bleder yang belum dikembangkan dan dimaksimalkan, entah karena kurangnya perhatiannya pemerintah atau kurangnya dukungan warga sekitar dalam mengembangkan kawasan wisata ini. (Sihombing)

    

Tidak ada komentar:

Posting Komentar