Selasa, 24 November 2015

BABINSA BANTU IMUNISASI CAMPAK

Magelang – Serda Edi Prayitno, Babinsa Desa Gondangsari Koramil 08 Pakis Kodim 0705/Magelang membantu petugas Puskesmas Pakis memberikan suntikan imunisasi campak kepada anak – anak SD Gondangsari, Pakis, Senin (23/11).
Imunisasi dilaksanakan secara serentak kepada seluruh murid SD. Tujuannya adalah agar anak – anak tidak terjangkit penyakit menular yang bisa menular yaitu, campak. Sebab, campak jika dibiarkan bisa mengakibatkan radang paru-paru atau bahkan radang otak. Inilah mengapa pentingnya imunisasi campak pada anak, yaitu agar pencegahan dapat dilakukan, dan jika terkena campak efek dari penyakit tersebut tidak terlalu parah.
Sumarni, AMd Kes salah satu petugas Puskesmas Pakis mengemukakan sengaja menjalin kerjasama dengan Koramil dalam imunisasi campak ini. Alasananya kalu dengan TNI pasti anak-anak akan mudah dikendalikan dan  manut.
Campak merupakan salah satu jenis penyakit menular penyebab berbagai komplikasi. Penyakit ini banyak terjadi di kalangan balita dan anak pra-sekolah ini berpotensi menyebabkan wabah dan kejadian luar biasa (KLB) serta menyebabkan kematian.
Penyakit campak merupakan infeksi virusParamyxovirus yang sangat menular. Gejalanya ditandai dengan demam, batuk, peradangan selaput ikat mata (konjungtiva) dan ruam kulit. Tanpa imunisasi, wabah campak akan terjadi dalam kurun waktu dua-tiga tahun terutama pada anak usia pra sekolah.
Banyak orang tua yang seringkali melewatkan periode imunisasi pada anaknya. Faktor kelalaian inilah yang akhirnya membuat banyak anak Indonesia rentan terhadap berbagai jenis penyakit, seperti campak. Alasan orang tua tidak mengimunisasi anaknya antara lain karena khawatir efek samping (kejadian ikutan pasca imunisasi/KIPI), isu obat imunisasi tidak halal dan karena tidak paham dampak bila anak tidak diimunisasi.
Vaksin itu juga aman, meski bisa menimbulkan reaksi pada sedikit anak, jarang yang serius, paling-paling ruam kulit ringan, demam ringan atau pilek.  Resiko tidak diimunisasi lebih besar daripada bila diimunisasi. Jika di suatu daerah 100% anak diimunisasi campak, sebenarnya efektivitasnya hanya 85%, karena 15% anak kebal terhadap imunisasi.
Namun, bila kesadaran akan pentingnya imunisasi campak turun, maka tingkat penyebaran wabah campak akan semakin tinggi. Ini berarti jumlah anak yang berpotensi menyebarkan wabah campak kepada teman-temannya pun semakin tinggi!
Virus campak yang mudah menular lewat percikan ludah di udara saat orang batuk atau bersin, dan  berpindah dengan mudah di tempat-tempat umum, seperti bandara, pelabuhan, lalu menyebar ke mal, pusat rekreasi, dan akhirnya bisa juga ke rumah Anda!
Jadi, selagi bisa sebaiknya penyakit campak harus kita cegah dengan melakukan imunisasi campak saat usia bayi 9 bulan dan imunisasi ulangan di usia 6 tahun. .
Kepala Sekolah SD Gondangsari, Nunuk, S.Pd mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya imunisasi campak di sekolahnya. Nunuk berharap nantinya tidak ada siswanya yang terjangkit campak. (SIHOMBING)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar