Minggu, 31 Mei 2015

Kodim 0705/Magelang siapkan pengamanan secara maksimal

Dansatgas Pamwil beserta rombongan sedang mengecek kesiapan pengamanan kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia di Lapngan drh Soepardi Kota Mungkid Kabupaten Magelang.(foto dok)



Magelang - Komando Distrik Militer 0705/Magelang menyiapkan personel pengamanan  kunjungan Presiden Republik Indonesia. Apel Kesiapan pengamanan digelar di Lapangan drh. Soepardi Kota Mungkid, Senin (1/6).
Sebagaimana di ketahui bahwa peringatan Waisak 2559 BE  tahun 2015 ini direncanakan akan dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia dan rombongan.  Untuk kelancaran dan keamanan kunjungan kerja Presiden, Kodim 0705/Magelang menyiapkan pasukannya dan bergabung dengan satuan lain untuk mengamankan kunjungan RI tersebut.
Dalam apel gelar pasukan yang dipimpin oleh Danrem 072/Pamungkas Kolonel Inf Stephanus Tri Mulyono selaku Dansatgas Pam Wil itu mengecek kesiapan masing - masing unsur yang terlibat dalam satuan pengamanan.. Diharapkan nantinya dalam pelaksanaan pengamanan semua dilaksanakan sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku. Dansatgas berharap masing - masing bagian tahu tugas dan tanggung jawabnya.

"Jangan ragu - ragu, laksanakan tugas dengan baik  dan sesuaikan  protap dan ketentuan yang ada" tegas Danrem.

Rabu, 27 Mei 2015

JALAN KAMPUNG SUDAH TIDAK BECEK LAGI



Wakil Bupati Magelang sedang memotong pita peremian jalan TMMD SEngkuyung I Tahun 2015 Kodim 0705/Magelang di Desa Tampingan Kecamataan Tegalrejo Kabupaten Magelang

Magelang -  Wakil Bupati Magelang, HM Zainal Arifin, S.H secara resmi menutup TMMD Sengkuyung I Tahun 2015 di Desa Tampingan Kecamatan Tegalrejo, Rabu (27/5). Pada kesempatan ini Wakli Bupati berkenan memotong  memukul gong sebagai tanda selesainya program TMMD  dan memotong  pita sebagai tanda diresmikannya pengecoran jalan sepanjang 1,2 km itu.
Komandan Kodim 0705/Magelang, Letnan Kolonel Arm I Made Gede Antara, S.Sos beserta Forkominda Kabupaten Magelang turut hadir pada acara tersebut. Selesai upacara dilanjutkan kegiatan bazar dan pasar murah.

TMMD Sengkuyung TNI Manunggal Membangun Desa tahap 1 Tahun  2015 ini mengambil tema "Dengan Semangat kemanunggalan TNI, Polri Kementrian/LPNK,  Pemerintah Daerah dan seluruh komponen bangsa lainnya, kita laksanakan percepatan pembangunan melalui Program TNI manunggal membangun Desa, guna meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat dipedesaan".
TMMD yang selesai tepat pada waktunya ini berhasil betonisasi jalan lebih kurang 1200 meter,  lebar 2 meter dengan ketebalan 10 centimeter. Pekerjaan yang dilaksanakan selama 21 hari ini melibatkan berbagai pihak.
Pengerasan jalan kampung di Desa Tampingan ini diharapkan mampu menaikkan perekonomian di wilayah tersebut. Jalan yang sebelumnya merupakan jalan setapak sekarang sudah bisa dilalui oleh kendaraan roda empat.
Heri Siswanto, Kades Tampingan menuturkan bahwa pengerasan jalan yang dilaksanakan oleh TNI bersama masyarakat ini betul - betul bermanfaat bagi semua pihak, terutama bagi warga yang sering melalui jalan ini dalam melaksanakan kegiatan perekonomian.

Komunikasi dengan aparat pemerintah dan komponen masyarakat




Kodim Magelang menggelar acara komunikasi sosial dengan birokrat dan berbagai elemen masyarakat, Selasa (26/5).


MAGELANG-Kita harus waspada ketika dibodohi oleh negara-negara maju yang ingin menguasai sumber daya alam Indonesia. Upaya seperti itu sudah mulai dilakukan melalui berbagai upaya, termasuk mengadu domba antarwarga.
Dandim 0705/Magelang Letkol Arm I Made Gede Antara mengutarakan hal itu dalam acara komunikasi sosial dengan aparat pemerintah dan komponen masyarakat di Aula Kodim, Selasa (26/5). Kegiatan itu diikuti Muspida Kabupatan dan Kota Magelang, LSM, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan wartawan. ''Orang luar berupaya mengadu domba kita. Akhirnya yang kuliah bukannya belajar tetapi malah tawur maupun demo anarkis, dan kini narkoba sudah sampai sekolah-sekolah,'' katanya.
Upaya itu, kata Dandim, merupakan kepentingan negara lain untuk menghancurkan negara dan generasi kita. Dengan saling diadu domba, harapan mereka antarwarga kita tidak lagi akur. Selain itu pelajar tidak fokus mengisi ilmu untuk dirinya sendiri. Untuk mengantisipasi ancaman proxy war itu negara kita harus tetap berlandasan idiil Pancasila.
Dalam kesempatan yang sama Dandim mengingatkan kilas balik di era beberapa tahun silam. Ketika itu ada penataran P4 dan pengamalan butir-butir Pancasila. Melalui penerapan butir-butir Pancasila ketika itu model kehidupan warga negara kita lebih mengutamakan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi dan golongan. ''Kalau kita jalankan butir-butir Pancasila sebetulnya tidak ada gontok-gontokan,'' ujarnya.
Kini banyak ancaman yang hendak menghancurkan keutuhan NKRI, antara lain melalui gerakan Islamic States (IS). Padahal kalau gerakan IS sudah terlanjur masuk Indonesia, maka akan susah menanggulanginya. Untuk mengurangi gerakannya bukan hanya jadi tugas tentara dan polri saja, tetapi semua warga masyarakat. ''Para Camat kalau ada orang yang mencurigakan tolong dipantau dan segera dilaporkan,'' pintanya.
Dalam acara yang diikuti ratusan orang itu Dandim juga memaparkan alasan kenapa sekarang anggota TNI ikut menggarap sawah. Menurut dia, tak lain agar Indonesia dapat mewujudkan swasembada pangan. Kalau persediaan pangannya cukup diharapkan warga Indonesia tidak akan mudah dipengaruhi orang lain yang akan merusak bangsa kita.
Diingatkan, saat ini kita sudah lengah dalam hal pengadaan pangan. Sebab daya beli pemerintah terhadap beras petani rata-rata Rp 7.300/kg, sementara harga beras impor Rp 4 ribu/kg. Maka begitu beras impor masuk, para petani Indonesia tidak bisa menjual beras lantaran harganya lebih murah beras impor.